Moneter.id – PT Lippo
Cikarang Tbk (LPCK) mencatat total pendapatan sebesar Rp1,15 triliun di kuartal
II/2018. Raihan ini meningkat 37% dari dibandingan periode yang sama tahun
sebelumnya.
“Laba Kotor sebesar Rp646 miliar, meningkat 66%. Sementara
Laba bersih sebesar Rp2,88 triliun, meningkat 985,4% terutama yang berasal dari
dekonsolidasi anak perusahaan LPCK, PT Mahkota Sentosa Utama sebesar Rp2,35
triliun,” tulis LPCK dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/10).
Disebutkan, pendapatan perumahan dan apartemen residensial
turun 16,5% menjadi Rp530 miliar mewakili 46% dari total pendapatan. Pendapatan
Berulang LPCK meningkat 14,8% menjadi Rp157 miliar di Q2 2018 dari Rp137 miliar
di Q2 2017, kontribusi 13,6% terhadap Total Pendapatan di Q2 2018.
Sementara, tulisnya lagi, pendapatan dari Industri dan
Komersial memberikan kontribusi Rp466 miliar. Total aset LPCK turun dari Rp12,4
triliun menjadi Rp9,7 triliun pada 31 Desember 2017 dan 30 Juni 2018.
Lippo Cikarang sebagai kota pengembangan perkotaan akan terus
mengembangkan Meikarta. Meikarta telah memulai penyerahan fisik 863 unit
apartemen dengan nilai Rp709 miliar tepat waktu, untuk tahap awal enam menara
Meikarta CBD.
LPCK berada di koridor timur yang dikelilingi oleh industri
besar seperti Deltamas, Jababeka, dan MM2100. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah, dengan
populasi 51.250 penduduk dan 500.500 orang yang bekerja di sini setiap hari
untuk 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di seluruh kawasan industri
Lippo Cikarang.
(TOP)




