Moneter.co.id – Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Refly Harun
melakukan kunjungan kerja ke proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda. Kunjungan
ini dalam rangka memantau perkembangan tol sepanjang 99,35 Km ini yang menjadi
cikal bakal Trans Kalimantan tersebut.
Refly Harun mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh PT
JBS, menurutnya, proyek ini mengalami progres yang sangat cepat. “Perkembangannya
cukup signifikan dari kunjungan terakhirnya yang dilakukan pada bulan November
2017,” kata Refly disiaran resminya, Sabtu (17/02)
Ia mengatakan, proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
memiliki progres pembangunan yang cukup cepat. Perkembangannya cukup signifikan
dari kunjungan terakhir kami (jajaran komisaris dan komite) tahun lalu.
“Semoga dengan progres pembangunan yang cepat ini,
proyek ini bisa selesai sesuai target yaitu pada akhir tahun 2018,” harapnya.
Sementara, Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan
Samarinda (JBS) S.T.H Saragi menambahkan, progres pembangunan konstruksi proyek
ini sudah mencapai 48%, sedangkan dalam aspek pembebasan lahan PT JBS telah
berhasil mencatatkan progres sebesar 91%.
“Perencanaan pembangunan dan pembebasan lahan untuk
proyek jalan tol yang diinisiasi oleh Jasa Marga dan anak usahanya selalu
sesuai dengan regulasi yang berlaku yakni Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) dan izin lingkungan, termasuk bagi proyek Jalan Tol
Balikpapan-Samarinda,” tambah Refly.
Menurut Refly, proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
yang melintasi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang merupakan
kawasan Hutan Konservasi sepanjang kurang-lebih 26 Km telah memastikan bahwa
dalam melakukan aktivitas pengelolaan jalan tol telah mematuhi peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
“Kegiatan pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
telah memiliki perizinan di bidang lingkungan, antara lain persetujuan dokumen
Amdal dan RKL-RPL dari Gubernur Kalimantan Timur No. 660.1/409/TUUA/B.1.3/BPDL
tanggal 10 Januari 2003 tentang Rencana Kegiatan Pembangunan Trase Jalan Tol
Balikpapan-Samarinda,” paparnya.
Lebih lanjut, Refly memaparkan upaya Jasa Marga dalam
melakukan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup, yaitu komitmen dalam
menjaga lingkungan hidup melalui Sistem Manajemen Lingkungan (SML), efisiensi
konsumsi energi, penghematan energi, pengendalian polusi emisi udara, mengatur
penggunaan air, membangun konstruksi tambahan untuk menghindari kerusakan
akibat cuaca ekstrem, serta penghutanan jalan tol dan konservasi lingkungan.
“Menjaga ekosistem dan lingkungan hidup dengan
mempertimbangkan dampak dari kegiatan operasi telah menjadi komitmen utama Jasa
Marga,” ujarnya.
Refly menjelaskan sejumlah kegiatan pelestarian alam
yang telah dilakukan oleh Jasa Marga, di antaranya adalah menanam 4.031 pohon
pada tahun 2015, menanam 11.400 pohon pada tahun 2016, menanam 22.016 pohon
pada tahun 2017, dan rencananya pada tahun 2018 Jasa Marga akan melakukan
kegiatan menanam lebih dari 25.000 pohon.
(TOP)




