Moneter.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
Rudiantara menyatakan bahwa sekarang merupakan masa yang sangat menentukan bagi kita untuk tidak buang-buang waktu
demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain.
“Bangsa Indonesia selama ini telah
merasakan hasil perjuangan para pahlawan antara lain berupa meningkatnya
perekonomian, pendidikan, hingga sejajarnya Indonesia dengan bangsa-bangsa lain
di dunia,” kata Rudiantara saat berbicara mengenai bonus demografi ketika
memimpin upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional bertajuk
“Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional
Indonesia di Era Digital” di Alun-Alun Utara, Yogyakarta, Senin (21/05).
Hari Kebangkitan Nasional, katanya adalah momentum bagi
Bangsa Indonesia untuk tidak membuang-buang waktu dan energi hanya untuk
bertikai. Bangsa Indonesia, menurut dia, harus lebih fokus pada pendidikan dan
pengembangan SDM.
“Apalagi menurut para ahli sekitar dua tahun lagi kita
akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan yaitu bonus
demografi,” ujar Menkominfo.
Menurut dia, bonus demografi itu akan menyuguhkan potensi
keuntungan besar bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih
tinggi dibanding penduduk usia non produktif.
Rudiantara menyebutkan sesuai perkiraan Badan Pusat Statistik
(BPS) masa bonus demografi itu akan mencapai puncaknya pada 2028 sampai 2031.
Pada saat itu angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik
terendah yaitu 46,49%. “Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal
menjadi proyeksi jika kita tak dapat memaksimalkannya,” kata dia.
Oleh sebab itu, menurut Rudiantara, untuk dapat memanfaatkan
bonus demografi itu, Presiden Joko Widodo selalu mendorong dunia pendidikan bekerja
sama dengan industri dan bisnis.
“Tujuannya untuk mencari terobosan baru dalam pendidikan
vokasi baik di tingkat pendidikan tinggi maupun di tingkat menengah yang
berkaitan dengan keahlian dan ilmu terapan,” tutupnya.
(HAP)




