Kamis, Maret 5, 2026

Kemenperin Beri Bantuan Mesin Kepada 20 IKM Pandai Besi di Gunungkidul

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jederal Industri Kecil dan
Menengah (IKM) memberikan fasilitas berupa bantuan mesin dan peralatan guna
mendukung proses produksi kepada 20 IKM pandai besi  di Dusun Kedung I,
Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul,
Yogyakarta. Program bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas
dan kualitas produk IKM tersebut.

“Kami
terus mendorong pengembangan dan penguatan daya saing industri dalam negeri
termasuk sektor IKM di setiap daerah di Indonesia. Untuk itu, Kemenperin
bertekad memacu tumbuhnya sentra IKM, salah satunya sentra IKM pandai besi yang
berada di Gunungkidul,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di
Jakarta, (2/6).

Gati
menyampaikan, pihaknya telah menyerahkan mesin dan peralatan untuk pelaku IKM
pandai besi di Gunungkidul berupa genset (5 unit), kompresor (5 unit), spray
gun (5 unit), bor duduk (5 unit), travo las listrik (8 unit), gerinda tangan
(20 unit), gunting plat (3 unit), band saw (3 unit) dan mitre saw (1 Unit).

“Kami
berharap, melalui bantuan tersebut, IKM pandai besi di sana dapat tumbuh dan
berkembang sealigus juga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas
produknya, sehingga akan memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional
dan daerah,” jelasnya.

Saat
ini, terdapat dua sentra IKM pandai besi di Kelurahan Karangtengah yang
mewadahi 72 pelaku IKM dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 230 orang. Pada
tahun 2017, sentra IKM pandai besi di Karangtengah ini tercatat memproduksi
hingga 952.200 unit berbagai alat pandai besi dengan nilai investasi lebih dari
Rp2 miliar.

Sementara
itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Endang
Suwartini meyakini pengembangan sentra IKM pandai besi di Gunungkidul ke
depannya masih memiliki prospek yang cukup baik.

“Kabupaten
Gunungkidul ini merupakan salah satu wilayah yang perekonomiannya didominasi
oleh sektor pertanian dan pariwisata. Dengan luas wilayah mencakup 46,63% dari
luas keseluruhan wilayah di Yogyakarta, tentunya potensi industri yang dapat
dikembangkan adalah untuk mendukung sektor tersebut,” paparnya.

Menurut
Endang, bantuan mesin dan peralatan kepada IKM pandai besi di Gunungkidul
merupakan salah satu pelaksanaan program Kemenperin dalam rangka menumbuhkan
wirausaha industri baru yang berkolaborasi dengan program daerah.

“Sinergi
kegiatan pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci efektif untuk
pengembangan IKM,” ujarnya.

Endang
pun berharap, adanya fasilitasi tersebut, IKM pandai besi di Gunungkidul akan
semakin berkembang dan termotivasi untuk lebih giat mengembangkan industrinya
dan mampu mencari pasar potensial baik di dalam maupun luar negeri.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

2.280 Ton Beras Premium RI Mulai Dikirim ke Arab Saudi

Pemerintah resmi melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak kurang lebih 2.280 ton ke Arab Saudi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img