Moneter.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan
memberikan apresiasi kepada Tim Indonesia yang berjuang dalam ajang Asian Games 2018 di Jakarta
Palembang. Salah satunya dengan merawat 38 orang atlet Indonesia yang mengalami
cedera dan masih memerlukan penanganan medis lanjutan.
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan
prestasi Tim Indonesia ini tercapai berkat dukungan penuh dan antusiasme dari
seluruh masyarakat Indonesia, sehingga atlet Tim Indonesia dapat memberikan
prestasi tertinggi pada ajang Asian Games ke XVIII.
“Kami sedang mempersiapkan penghargaan kepada
beberapa atlet Tim Indonesia, sebagai bentuk nyata apresiasi terhadap usaha
keras mereka dalam mencapai prestasi, dan mendorong mereka untuk berprestasi
lebih baik lagi di ajang kontestasi olahraga internasional lainnya, seperti Sea
Games 2019 dan Olimpiade 2020,” kata Agus dalam siaran persnya di Jakarta,
Senin (3/9).
Tim Indonesia berhasil menempati posisi ke-4 dalam
perolehan medali dengan total 98 medali, dengan rincian 31 emas, 24 perak dan
43 perungu. “Keberhasilan ini diraih sebagai buah kerja keras dan
pengorbanan mereka. Bahkan beberapa atlet sampai mengalami cedera saat
bertarung di Asian Games kali ini,” ujar Agus.
BPJS Ketenagakerjaan melindungi atlet Indonesia yang
mengalami cedera, bekerjasama dengan asuransi yang ditunjuk oleh INASGOC,
selaku penyelenggara Asian Games dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
oleh Olympic Council of Asia (OCA).
“Kami sebagai official
partner Tim Indonesia akan memberikan yang terbaik dalam perawatan Tim
Indonesia, karena kejadian yang mereka alami ini termasuk dalam kategori
perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sehingga berhak mendapatkan
perawatan sampai pulih kembali,” ucap Agus.
Dia menambahkan, manfaat JKK disamping biaya perawatan
dan pengobatan yang tanpa batasan biaya, atlet yang membutuhkan pendampingan
medis di masa rehabilitasi juga di tanggung biayanya.
“Bila ada kecacatan akibat cedera yang dialami, kami
akan memberikan santunan berdasarkan besaran perhitungan dari persentase
kecacatan yang timbul,” tegas Agus.
(TOP)




