Moneter.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
memastikan pascagempa, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Lombok harus tetap
berjalan.
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa yang pertama
adalah dengan membangun sekolah sementara untuk kegiatan belajar mengajar.
“Di waktu yang sama pemerintah juga akan membangun
sekolah permanen. Kegiatan belajar mengajar
harus tetap berjalan tidak boleh terhenti,” ujarnya di Jakarta, Senin
(10/9).
Muhadjir menambahkan, Kemendikbud juga akan menyalurkan
setidaknya 21 truk untuk kebutuhan belajar mengajar di Lombok. Kebutuhan
tersebut mencakup buku-buku pelajaran, alat alat tulis, seragam dan peralatan
sekolah lainya.
“Kemarin
saya sudah bertemu dengan seluruh kekuatan yang ada di Kemendikbud ada 21 truk
yang kita bagi di seluruh wilayah terdampak termasuk Sumbawa, Sumbawa barat
kemudian seluruh Lombok yang terdampak,” jelasnya.
Selain
itu, lanjut Muhadjir, pihaknya juga menyiapkan tunjangan khusus untuk para guru
di Lombok. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang
guru dan dosen.
”Kemudian kita cairkan kita sudah setujui untuk pencairan
tunjangan khusus untuk para guru yang terdampak dan itu sesuai amanat
undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,” jelasnya.
Untuk
tunjangan khusus, pihaknya menganggarkan sekitar Rp70 miliar. Jumlah tersebut
bisa bertambah tergantung bagaimana permintaan dan kebutuhan guru yang ada disana.
“Jika memang terpaksa nambah, nanti akan kita carikan sumber dari yang
lain,” tegas Muhadjir.
(TOP)




