Moneter.id – Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa
masalah sanitasi bukan semata masalah ketersediaan infrastruktur, namun juga
sangat bergantung pada pola perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan
lingkungan.
“Persepsi
masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan masih belum menjadi kebutuhan,”
kata Menteri Basuki disiaran pers yang diterima MONETER.id, Sabtu (05/1).
Menurutnya, praktek
buang air besar (BAB) sembarangan juga masih terjadi di beberapa tempat. Melalui
Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pada tahun 2018 Kementerian PUPR
membangun dua Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dilengkapi sistem
perpipaan di Jorong Tawakal dan Tawakal Baru, Nagari Kurnia Koto Salak,
Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.
“Kedua IPAL
tersebut kini sudah dimanfaatkan sebagai tempat penampungan dan pengolahan limbah
komunal bagi 103 rumah,” paparnya.
Dalam
pelaksanaannya, Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pengembangan Sistem
Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Ditjen Cipta Karya
melibatkan Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat dengan membentuk Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM) dengan pendampingan dari tenaga fasilitator.
Keterlibatan masyarakat sejak dari tahapan perencanaan dengan melakukan rembuk
warga serta melibatkan kaum perempuan.
Pembangunan
IPAL di Jorong Tawakal dikerjakan bersama KSM Maju Jaya telah melayani sebanyak
50 sambungan rumah. Sementara di Jorong Tawakal Baru, pembangunan IPAL untuk 53
sambungan rumah dikerjakan bersama KSM Multi Guna.
“Manfaat
lainnya dari pembangunan IPAL ini adalah area IPAL dilakukan penataan dengan
paving blok dan cat warna warni sehingga dapat menjadi tempat bermain anak dan
ruang baca di Jorong Tawakal,” ucapnya.
Sementara di
Jorong Tawakal Baru, lanjutnya, dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik dan
dibuat bangunan serbaguna. Kedua IPAL tersebut dibangun dengan dana APBN 2018
masing-masing senilai Rp 525 juta.
Sebelum
adanya IPAL, masyarakat Jorong Tawakal dan Jorong Tawakal Baru, secara umum
sudah memiliki WC namun belum memiliki tanki septik yang kedap air sehingga
rentan mencemari sumur terutama pada musim kemarau.
“Ini
mengakibatkan masyarakat rentan terkena penyakit yang disebabkan sanitasi yang
buruk seperti disentri dan gatal-gatal,” kata Menteri Basuki.
Pembangunan
IPAL melalui Program Sanimas telah mendorong pemberdayaan masyarakat mulai dari
perencanaan, infrastruktur yang dibangun. Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan
kedua IPAL telah dilakukan serah terima aset tersebut dari Kementerian PUPR kepada
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Dalam
penyediaan infrastruktur sanitasi untuk mencapai 100% sanitasi aman secara nasional pada 2019,
tidak bisa hanya dibebankan melalui dana APBN. Pemerintah daerah maupun swasta
melalui dana Corporate Social Respons (CSR) dapat mereplikasi program Sanimas.
Secara nasional cakupan akses sanitasi aman tahun 2014 sebesar 61% dan
mengalami peningkatan menjadi 69% tahun 2018. Tahun 2019 cakupan sanitasi aman
di Indonesia ditargetkan meningkat menjadi 71%.
Baca juga: Menteri PUPR: Fenomena Perubahan Iklim Global Tantangan SDA di Indonesia




