Moneter.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
Kartasasmita menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan program
peningkatan kualitas SDM, termasuk di sektor industri. Ini menjadi potensi
untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.
“Jadi, kami terus menciptakan SDM industri
yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan
desain dan penggunaan teknologi modern sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,”
kata Menperin saat melakukan
kunjungan kerja di BDI Denpasar, Bali, Kamis (2/1).
Tahun
ini, Kemenperin menargetkan sebanyak
2.000 pelaku industri kreatif bisa tumbuh melalui Diklat 3in1 (pelatihan,
sertifikasi dan penempatan kerja) di BDI Denpasar. Mereka antara lain merupakan
hasil lulusan pelatihan di bidang animasi, programming, desain grafis, game
dan kerajinan.
Agus menambahkan, melalui BDI Denpasar,
pihaknya optimistis mampu menelurkan perusahaan rintisan (startup) berbagai
sektor.
“Karena di sini sudah terbangun ekosistem
inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti terciptanya jenis aplikasi
yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah untuk
memeriksa pasien. Selain itu ada yang mendukung sektor pariwisata,” tuturnya.
Melihat berbagai produk industri kreatif yang
dipamerkan di BDI Denpasar, Menteri AGK memberikan apresiasi kepada para
peserta Diklat. Sebab, mereka menciptakan produk industri kreatif yang dinilai
bisa menembus pasar ekspor.
Sepanjang tahun 2018, industri kreatif mampu berkontribusi
cukup signfikan terhadap PDB nasional, yang diproyeksi menembus Rp1.000
triliun.
Adapun tiga subsektor yang memberikan
sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner
sebesar 41,69%,
disusul industri fesyen (18,15%),
dan industri kriya (15,70%).




