Moneter.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
Kartasasmita menyatakan Pemerintah
sedang fokus menggenjot nilai ekspor untuk memperbaiki neraca perdagangan kita.
“Sektor
manufaktur memiliki peranan yang sangat penting guna mencapai sasaran tersebut,” kata nya di Jakarta, Kamis (16/1).
Sepanjang tahun lalu,
katanya, ekspor produk industri
pengolahan mampu menembus hingga 126,57 miliar dollar AS atau menyumbang sebesar
75,5% terhadap total ekspor
Indonesia yang menyentuh di angka 167,53 miliar dollar AS sepanjang 2019.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),
lima sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor
industri pengolahan sepanjang tahun 2019, yaitu industri makanan yang menyetor
hingga 27,16 miliar dollar AS atau berkontribusi sebesar 21,46%. Selanjutnya diikuti oleh
industri logam dasar 17,37 miliar dollar AS (13,72%).
Berikutnya, nilai pengapalan industri bahan
kimia dan barang dari bahan kimia tercatat 12,65 miliar dollar AS (10%), industri pakaian jadi menembus
8,3 miliar dollar AS (6,56%),
serta industri kertas dan barang dari kertas yang menyetor 7,27 miliar dollar
AS (5,74%).
Adapun lima negara tujuan utama ekspor produk
manufaktur Indonesia pada periode Januari-Desember 2019, yakni ke Amerika
Serikat (13,64%),
Tiongkok (13,48%),
Jepang (8,7%), Singapura
(6,94%), dan India (5,17%).
“Pemerintah terus berupaya memperluas pasar
ekspor, terutama ke negara-negara nontradisional,” tegas Agus.




