Moneter.id – Ekonom
Bank Permata Josua Pardede menilai realisasi belanja Pemerintah pusat hingga 31
Agustus 2020 prioritasnya untuk belanja sosial mencapai Rp139,1 triliun atau
81,5 persen dari pagu anggaran Rp170,7 triliun sesuai Perpres 72/2020.
“Produktivitas itu harus
benar-benar ditingkatkan karena bisa mendongkrak ekonomi atau bisa membatasi
penurunan ekonomi yang bisa mengungkit daya beli dan optimisme pelaku usaha,”
katanya dilansir Antara, Senin (28/9/2020).
Pertumbuhan belanja bantuan
sosial itu juga paling tinggi hampir 77 persen dibandingkan tahun lalu dan
tumbuh positif dibandingkan komponen belanja di kementerian/lembaga lain
seperti belanja pegawai, barang dan modal yang mengalami kontraksi.
Belanja bansos itu, kata dia,
diharapkan menolong 40 persen masyarakat ekonomi bawah dan menengah.
Namun, lanjut dia, 20 persen
masyarakat dengan ekonomi kelas atas juga tidak bisa dianggap sepele karena
mereka kontribusi mendorong konsumsi mencapai 40 persen.
Untuk itu, ia mendorong belanja
prioritas lainnya yakni belanja kesehatan yang memberikan jaminan kepada
masyarakat dengan ekonomi kelas atas itu untuk mendorong konsumsi.
Ia berharap alokasi anggaran
Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) digenjot karena
dari pagu anggaran Rp695,2 triliun, baru terealisasi hingga 16 September 2020
mencapai 36,6 persen atau sekitar Rp254 triliun.
Khusus anggaran kesehatan dalam
PC-PEN itu, baru terealisasi Rp18,45 triliun atau sekitar 21,1 persen dari pagu
anggaran Rp87,55 triliun.
Sementara itu, untuk alokasi perlindungan
sosial, dari Rp203,9 triliun sudah terealisasi Rp134,45 triliun atau 60,6
persen.
Pemerintah juga berencana akan
menambah alokasi pagu anggaran ini hingga Rp242 triliun hingga akhir tahun 2020
dengan melakukan realokasi program yang penyerapannya dinilai kurang lambat.




