Moneter.id
–
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat “idAA+” dengan
outlook “Stabil” untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I/2015 Seri B senilai Rp
100 miliar yang diterbitkan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) akan jatuh tempo
pada 18 Desember 2020.
Kesiapan MTF untuk melunasi obligasi tersebut didukung
oleh fasilitas kredit senilai total Rp2,4 triliun pada akhir Agustus, dan
rata-rata collection bulanan dari
portfolio pembiayaan sekitar Rp2 triliun.
“Di tengah situasi pandemi ini, penegasan peringkat
tersebut merupakan suatu tanda bahwa MTF sangat fokus dalam pengelolaan
likuiditas. Dengan demkian, kami berupaya maksimal agar kewajiban pembayaran
obligasi di bulan Desember 2020 akan terlaksana tepat pada waktunya,” kata Direktur
MTF Armendra belum lama ini.
Lembaga Pemeringkat ini mengatakan bahwa afirmasi
peringkat tersebut mencerminkan kapasitas MTF yang sangat kuat, sebegai
penerbit surat utang untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, secara
relatif dibandingkan dengan penerbit surat utang lainnya di Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2020, Pefindo
juga menyebutkan rasio-rasio, yakni cost
to income 54,1%, operating profit
margin -0,4% , ROAA 0%, NPR–balance/net service assets 6,9%, reserve/net service assets 0,9%, ekuitas/net service asset 5,6%, total
utang dibanding total ekuitas 5,3x, likuiditas jangka pendek MTF sebesar
100,9%.
Peringkat “idAA” dengan outlook “Stabil” diberikan Pefindo atas
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I/2015 sejak Juli 2016, di mana sebelumnya
peringkat untuk obligasi tersebut adalah “idAA”, outlook Stabil. Peringkat ini berlaku sejak 14 Oktober – 18 Desember
2020.




