Senin, Mei 4, 2026

Tercatat USD408,5 Miliar, Utang Luar Negeri Indonesia Turun di Akhir Triwulan III/2020

Must Read

Moneter.id

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat 408,5 miliar dolar AS pada akhir
triwulan III/2020. ULN tersebut terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank
sentral) 200,2 miliar dolar AS dan sektor swasta (termasuk BUMN) 208,4 miliar
dolar AS.

Alhasil, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir triwulan
III/2020 tercatat 3,8% (yoy) turun
dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,1% (yoy), terutama dipengaruhi oleh
transaksi pembayaran ULN swasta.

Jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank
Indonesia (BI) Onny Widjanarko, pada akhir triwulan III/2020 ULN pemerintah
tercatat 197,4 miliar dolar AS atau tumbuh 1,6% (yoy), turun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan
sebelumnya sebesar 2,1% (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ini sejalan dengan
penyesuaian portofolio di pasar SBN Indonesia oleh investor asing akibat masih
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” katanya di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Katanya, perlambatan ULN tersebut tertahan oleh
penerbitan Samurai Bond di pasar keuangan Jepang dan penarikan sebagian
komitmen pinjaman dari lembaga multilateral pada triwulan III/2020 yang merupakan
bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga portofolio pembiayaan untuk
menangani pandemi COVID-19 dan pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional
(PEN).

“ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati,
kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas yang di antaranya
mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7% dari total ULN
pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,5%), sektor
administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8%), serta
sektor jasa keuangan dan asuransi (11,5%),” ucap Onny.

Sementara itu, katanya, pertumbuhan ULN swasta pada
akhir triwulan III/2020 tercatat 6,0% (yoy)
turun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 8,4% (yoy).

Perkembangan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan
ULN Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) serta berlanjutnya kontraksi ULN
lembaga keuangan (LK).

Pada akhir triwulan III/2020, pertumbuhan ULN PBLK
tercatat 8,1% (yoy), melambat
dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 11,6% (yoy).

Sementara itu, ULN LK mencatat kontraksi yang
berkurang menjadi 1,0 % (yoy) dari
kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 1,8% (yoy).

Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa
mencapai 77,4% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan
asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),
sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan.

Onny menegaskan struktur ULN Indonesia tetap sehat,
didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) pada akhir triwulan III/2020 sebesar 38,1%, sedikit meningkat
dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 37,4%.

Sementara itu struktur ULN Indonesia yang tetap sehat
tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari
total ULN.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat,
katanya, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam
memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian
dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang
pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan
meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pantai Terbaik Dunia 2026 Diumumkan, Indonesia Masuk Dalam Daftar

Daftar “World’s 50 Best Beaches” 2026 resmi dirilis, menghadirkan 50 pantai paling menakjubkan dari berbagai penjuru dunia yang bisa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img