Moneter.id
–
PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) mencatatkan rugi bersih
senilai Rp823 miliar sepanjang tahun 2020.
“Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp8,59
triliun atau merosot 52,4% dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar
Rp18,035 triliun,” tulis perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Baca juga: Pendapatan Matahari Departement Store Anjlok 19,69 Persen di Kuartal
I-2020
Perseroan juga menjelaskan, sepanjang tahun 2020 telah
menutup 25 gerai. Sehingga total gerai perseroan pada akhir tahun 2020,
tercatat sebanyak 147 gerai.
Sementara itu, sepanjang tahun 2020, perseroan telah
mengeluarkan belanja modal sebesar Rp172 miliar.
Terakhir, aset perseroan tercatat sebesar Rp6,37
triliun atau naik 31,88% dibandingkan akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar
Rp4,88 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan berencana menutup enam
gerai.
Disebutkan enam gerai yang akan ditutup itu termasuk
dalam daftar 23 gerai yang diawasi atau watchlist LPPF.
Baca juga: 19 Persen Saham PT Matahari Putra Prima Dikuasai Anak Usaha BUMN Asal
Singapura
Selain menutup gerai, LPPF juga berupaya menambah
gerai baru tahun ini. Rencana terdekat, LPPF akan membuka satu gerai di
Balikpapan sebelum Lebaran.
Hingga akhir Desember 2020 LPPF memiliki total 147
gerai dengan 23 gerai dalam pengawasan. Jumlah tersebut menurun dibanding awal
tahun 2020 yang mencapai 169 gerai.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2020, LPPF menutup
12 specialty store dan tujuh gerai Matahari
Department Store yang tidak menguntungkan.
Di sisi lain, LPPF tetap membuka tiga gerai Matahari
Department Store. Adapun di kuartal IV/2020 LPPF kembali menutup enam gerai
Matahari Department Store yang tidak menguntungkan.
Baca juga: Matahari Department Store Kantongi Laba Bersih Rp1,37 Triliun Periode
2019




