MONETER
–
Marketplace B2B
GudangAda meluncurkan fitur sistem pembayaran cash
on delivery (COD). Fitur bayar di tempat ini dihadirkan untuk
mengakomodasi permintaan para pedagang yang sebagian besar masih menggunakan
uang tunai saat melakukan transaksi meskipun pemesanan telah dilakukan secara online.
“Fitur
COD ini memberikan kemudahan transaksi bagi para pedagang,” kata Chief Commercial Officer GudangAda
Budianto Hariadi di Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Hal
tersebut berdasarkan data GudangAda yang menunjukkan bahwa penggunaan sistem
COD sangat tinggi di wilayah Jabodetabek sekitar 50%-70% pesanan.
“Peluncuran
sistem pembayaran COD ini menjawab kebutuhan para pedagang yang lebih menyukai
transaksi pembayaran offline,”katanya.
Diharapkan, fitur COD akan menjadi andalan para
pedagang untuk bertransaksi memanfaatkan platform GudangAda yang menghubungkan
produsen, pedagang grosir, dan pedagang eceran.
“Sistem pembayaran COD ini menjadi fitur integrasi
sistem pembayaran multimoda, baik dengan layanan pembayaran
digital maupun pembayaran tunai konvensional dalam ekosistem belanja. Ini
merupakan inovasi yang kami hadirkan agar dapat memenuhi kebutuhan para
pedagang untuk belanja secara online dengan pembayaran tunai,”
tuturnya.
“Ke
depannya kami akan terus mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan langsung para
pedagang untuk pengembangan product development dan implementasi go to market
strategy di GudangAda platform,” lanjutnya.
Menurut Budianto, opsi pembayaran COD menjadi bagian dari strategi GudangAda untuk
mencetak pertumbuhan secara konsisten. Selain menambah fitur pembayaran,
GudangAda akan terus ekspansi membangun ekosistem digital yang mencakup layanan
transaksi (pengadaan, pencarian, dan pembelian), logistik (pengiriman dan
pergudangan), sistem manajemen toko (sistem transaksi/POS, inventaris, dan
akuntansi), layanan keuangan (sistem pembayaran dan kredit), dan layanan
pemasaran.
Saat ini aplikasi
GudangAda tercatat telah mengalami lebih dari 1 juta unduhan (download)
di Google Store per akhir April 2022, tumbuh 33,33% dari sebelumnya 750.000
pada akhir tahun 2021.




