Moneter.id – Jakarta – Pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
sukses menyerap dana Rp7 triliun dari lelang sukuk negara atau surat berharga
syariah negara (SBSN) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, yang mendapatkan penawaran
senilai Rp60,04 triliun.
“Ada enam seri sukuk negara yang dilelang melalui sistem
lelang Bank Indonesia (BI) pada hari ini,” tulis keterangan resmi Dirjen
Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu di Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Keenam seri SBSN yang dimaksud yakni SPN03230829 (new issuance), SPN12240529 (new issuance), FR0095 (reopening), FRSDG001 (reopening), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening),
FR0097 (reopening), dan FR0089 (reopening).
Adapun penyerapan terbesar berasal dari lelang seri
PBSG001 dan PBS033 masing-masing senilai Rp2,4 triliun dari penawaran masuk
yang masing-masing sebesar Rp12,03 triliun dan Rp7,38 triliun.
Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan
dari kedua seri tersebut masing-masing sebesar 6,15 persen dan 6,7 persen.
Penyerapan terbesar selanjutnya berasal dari lelang
PBS036 senilai Rp1,8 triliun, yang mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp13,89
triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari seri ini yakni
5,72302 persen.
Kemudian, pemerintah meraup dana dari PBS003 dan PBS037
masing-masing sebesar Rp200 miliar, dari penawaran masuk masing-masing seri
senilai Rp7,54 triliun dan Rp17,2 triliun.
Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari seri
PBS003 tercatat sebanyak 5,83 persen dan dari seri PBS037 sebesar 6,63929
persen.
Sementara itu dari lelang seri SPNS05122023 yang
mendapatkan penawaran masuk Rp2 triliun, pemerintah memutuskan untuk tidak
menyerap dana.




