Senin, Januari 26, 2026

BI Sebut Kebijakan Moneter Tahun 2024 Tetap Menjaga Stabilitas Ekonomi

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Wahyu
Agung Nugroho menyebutkan kebijakan moneter tetap diarahkan untuk menjaga
stabilitas, khususnya mencapai sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar
rupiah, serta mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada tahun 2024.

“Kebijakan moneter tetap untuk menjaga stabilitas atau pro-stability karena masih
ada lima tantangan yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi kita ke depan,”
kata Wahyu di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Kata Wahyu, terdapat lima tantangan yang dapat mempengaruhi
stabilitas ekonomi Indonesia yakni, pertumbuhan ekonomi global yang melambat,
inflasi tinggi, suku bunga global higher
for longer
, penguatan dolar AS, hingga cash
is the king
, yang berimplikasi pada kondisi ekonomi dalam negeri.

“Empat kebijakan lain berupa kebijakan makroprudensial, sistem
pembayaran, pengembangan pasar uang, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau
tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan atau pro-growth,” papar Wahyu.

Bank Sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
2023 berada di kisaran 4,5 sampai 5,3 persen, sedangkan pada 2024 berada di
rentang 4,7 sampai 5,5 persen, dan akan terus membaik di tahun-tahun mendatang.

Sementara, inflasi diyakini tetap terkendali dalam kisaran sasaran
tiga plus minus satu persen pada 2023, dan 2,5 plus minus satu persen pada
2024. Bank Indonesia terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu
pengendalian inflasi, termasuk dampak tingginya harga energi global, harga
pangan domestik, dan tekanan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap imported inflation.

Oleh karenanya, BI konsisten memperkuat bauran kebijakan moneter
dan mempererat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan
inflasi tetap terkendali dalam kisaran.

Selain itu, neraca transaksi berjalan pada 2023 diperkirakan
berpotensi surplus 0,4 persen sampai dengan defisit 0,4 persen dari produk
domestik bruto (PDB) sehingga kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) akan
tetap terjaga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img