Senin, Maret 9, 2026

Zimbra Tunjuk Anthony Chadd sebagai Chief Revenue Officer

Must Read

Platform email dan kolaborasi open-source, Zimbra, mengumumkan penunjukan Anthony Chadd sebagai Chief Revenue Officer (CRO). Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperluas jangkauan solusi kolaborasi cloud yang aman bagi berbagai organisasi di seluruh dunia.

Anthony Chadd memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mendorong pertumbuhan bisnis di industri keamanan siber dan software-as-a-service (SaaS). Sebelum bergabung dengan Zimbra, ia menjabat sebagai CRO di Vercara dan berhasil mengimplementasikan program mitra saluran global yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

Dalam peran barunya, Chadd akan memimpin operasional pendapatan global Zimbra yang mencakup penjualan, kemitraan, pemasaran, hingga keberhasilan pelanggan. Tanggung jawab tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas adopsi solusi kolaborasi berbasis cloud yang aman bagi perusahaan, pemerintah, serta penyedia layanan di berbagai negara.

CEO Zimbra Drake Harvey menyatakan bahwa pengalaman Chadd di sektor keamanan siber menjadikannya sosok yang tepat untuk memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem email yang berdaulat data.

“Rekam jejak Anthony yang terbukti dalam mengembangkan tim berprestasi tinggi dan berkelanjutan di industri keamanan siber yang kompleks menjadikannya pemimpin yang ideal untuk mempercepat momentum pertumbuhan Zimbra,” ujar Harvey.

Ia menambahkan bahwa kemampuan Chadd dalam membangun ekosistem mitra serta merancang strategi go-to-market akan mendukung Zimbra dalam menjawab permintaan pelanggan yang semakin meningkat.

“Keahliannya dalam membangun ekosistem mitra dan strategi Go-to-Market akan bermanfaat seiring kami memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat akan sistem email yang berdaulat data,” lanjutnya.

Penunjukan ini juga sejalan dengan perkembangan pasar sovereign cloud yang diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Gartner memperkirakan nilai pasar industri tersebut akan mencapai 80 miliar dolar AS pada 2026. Tren ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap kendali penuh atas lokasi penyimpanan data, terutama di tengah regulasi yang semakin beragam di kawasan Asia Pasifik dan EMEA.

Sebelum bergabung dengan Zimbra, Chadd juga pernah menjabat sebagai pemimpin senior di Neustar. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab atas penjualan global dan pengembangan operasi pendapatan yang skalabel, termasuk di bidang manajemen akun, insinyur penjualan, serta pemberdayaan tim.

Chadd mengatakan dirinya melihat komitmen Zimbra terhadap standar terbuka, kedaulatan data, dan keamanan sebagai kekuatan utama perusahaan di tengah meningkatnya ancaman siber.

“Komitmen Zimbra terhadap sistem open standards, kedaulatan data, dan keamanan sangat sesuai dengan kebutuhan pasar yang kini menghadapi berbagai jenis ancaman,” kata Chadd.

Ia juga menyampaikan antusiasmenya untuk bergabung dengan tim Zimbra dalam mendukung organisasi di berbagai negara meningkatkan keamanan dan fleksibilitas kolaborasi digital.

“Saya sangat antusias bergabung dengan tim yang berorientasi pada misi yang ingin membantu organisasi di seluruh dunia mencapai kolaborasi yang aman dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Saat ini Zimbra telah mendukung ratusan juta sistem email di 127 negara melalui jaringan penyedia layanan dan mitra saluran. Perusahaan menawarkan berbagai opsi implementasi bagi pelanggan, mulai dari solusi cloud, on-premises, hingga hybrid, guna menyesuaikan kebutuhan organisasi di berbagai sektor.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

De Heus Perluas Ekspansi Asia Lewat Akuisisi CJ Feed & Care

De Heus Animal Nutrition mengumumkan telah menyelesaikan proses akuisisi CJ Feed & Care dari CJ Cheil Jedang. Langkah strategis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img