Selasa, April 28, 2026

Akademisi: Ini Sosok yang Paling Cocok Pimpin HIPMI Periode 2026-2029

Must Read

Sepanjang sejarah peradaban, mulai dari zaman awal Masehi sampai masyarakat modern seperti hari ini, terdapat tiga kriteria utama dari seorang pemimpin yang dapat membawa kemaslahatan bagi organisasi yang dipimpin olehnya, yakni jujur, amanah, dan cerdas.

“Ketiga kriteria itu ada pada sosok Anthony Leong untuk menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029,” kata  William, akademisi Universitas Indonesia (UI), mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan praktisi teknologi keuangan diketerangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Wiliiam mengatakan, sosok Anthony Leong merupakan calon nahkoda yang paling dibutuhkan HIPMI saat ini di tengah eskalasi geopolitik dan tantangan digitalisasi yang tidak mudah.

Diketahui, sebanyak empat kandidiat masuk dalam kontestasi perebutan kursi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2026-2029. Keempat kandidat tersebut adalah Reynaldo Bryan, Afifuddin Kalla, Ade Jona Prasetyo dan Anthony Leong.

Keempatnya ditetapkan oleh Steering Committee Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Penetapan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh persyaratan administrasi serta ketentuan organisasi yang berlaku.

William bilang, bahwa jika bicara dari sisi kejujuran dan loyalitas, Anthony Leong dikenal memiliki rekam jejak pengusaha sejak usia muda. Berasal dari Medan, Sumatera Utara, ia telah terbiasa terlibat langsung dalam dunia usaha dengan membantu orang tuanya menjalankan bisnis apotek keluarga.

Pengalaman ini membentuk karakter autentik dan transparan dalam menjalankan usaha maupun organisasi. Hal ini juga tercermin dari visi Anthony yang ingin mengajak seluruh pengusaha di berbagai daerah di Indonesia untuk naik kelas.

“Anthony adalah sosok yang tumbuh dari bawah, memahami realitas usaha secara langsung serta dapat memposisikan diri dengan baik. Loyalitasnya kepada rekan-rekan dalam dunia usaha dan politik tidak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya menunjukkan dirinya sebagai man of all seasons dan bukan sosok yang hanya merapat ketika ada untungnya saja,” terang William.

William menjelaskan, Anthony Leong dinilai menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang bertahap, teruji dan amanah. Ia memulai karier profesionalnya dari skala kecil dengan merintis perusahaan komunikasi setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Dengan pendekatan yang bertahap dan penuh tanggung jawab, Anthony Leong mengembangkan usahanya hingga dikenal sebagai pengusaha nasional yang memiliki jejaring luas, termasuk di kalangan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.

Proses membangun dari kecil hingga besar menunjukkan bahwa ia teruji dan bertanggung jawab. Amanah bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana menjaga kepercayaan dalam setiap tahap perjalanan.

Dari aspek kecerdasan, William menilai Anthony Leong sebagai sosok pemimpin yang memiliki kombinasi antara kapasitas akademik dan pemahaman praktis yang kuat. Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) serta saat ini telah menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Kata William, bahwa di tengah aktivitas bisnisnya, Anthony Leong komitmen terhadap pengembangan keilmuan ini menunjukkan orientasi jangka panjang dalam memahami dinamika komunikasi, ekonomi, dan masyarakat.

“Sebagai akademisi dan praktisi fintech, saya menyadari betul bahwa tantangan dan kesempatan digitalisasi bagaikan dua sisi mata uang, yang kalau kita tidak cermat, dampaknya terhadap narasi Generasi Emas 2045 akan sangat besar. Dari rekam jejaknya, Anthony adalah sosok yang memahami tantangan yang ada di depan mata ini sehingga lewat kepemimpinannya, HIPMI diharapkan bisa menjadi motor penggerak dunia usaha yang sejalan dengan spirit digitalisasi yang inklusif,” tambah William.

Dalam konteks ini, temuan riset dari Bank Dunia dan McKinsey & Company menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara kesenjangan ketersediaan talenta tersebut saat ini masih sangat lebar.

Kondisi ini menuntut kepemimpinan yang tidak hanya memahami tantangan, tetapi juga mampu mendorong akselerasi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor digital. “HIPMI ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami bisnis konvensional, tetapi juga mampu membaca arah digitalisasi. Anthony memiliki keunggulan di titik ini karena ia berada di persimpangan antara praktik bisnis dan pemikiran strategis,” tutup William.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kolaborasi Maybank Indonesia dan Bank Sinarmas Luncurkan Transaksi SRIA Perdana Libatkan Investor Konvensional

Upaya memperdalam pasar keuangan syariah di Indonesia kembali mendapatkan dorongan baru. PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img