Sabtu, Juni 20, 2026

China Dukung Panda Bond RI, PBOC Siap Percepat Proses Perizinan

Must Read

Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan kuat dari otoritas dan investor China untuk rencana penerbitan perdana Panda Bond. Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah dalam memperluas sumber pembiayaan pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis satu mata uang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dukungan tersebut diperoleh dalam kunjungan kerja selama dua hari di Beijing yang mencakup pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, Jumat (18/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah secara khusus meminta dukungan bagi penerbitan Panda Bond di pasar domestik China. Purbaya mengungkapkan PBOC menyatakan kesiapannya mempercepat proses perizinan setelah dokumen resmi diajukan.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.

Menurut Purbaya, penerbitan obligasi berdenominasi yuan tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan pembangunan nasional. Langkah itu juga dinilai sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang telah dijalankan kedua negara.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.

Ia menilai respons positif dari pemerintah dan investor China mencerminkan kepercayaan yang tetap tinggi terhadap perekonomian Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, kedua negara disebut memiliki komitmen yang sama untuk mempererat hubungan ekonomi.

“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Purbaya.

Di hadapan para investor, Menkeu juga menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pemerintah, lanjut dia, terus membenahi berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian pelaku usaha guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” tuturnya.

Purbaya menegaskan Indonesia akan terus membuka peluang investasi dari berbagai negara dengan tetap berpegang pada prinsip non-alignment. Menurutnya, semakin banyak mitra yang terlibat dalam pembangunan nasional, semakin besar pula peluang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

FWD Insurance Perkuat Tata Kelola, Angkat Direktur Kepatuhan dan Chief of Risk Baru

PT FWD Insurance Indonesia melakukan penguatan struktur organisasi dengan menunjuk Andri Hasian sebagai Direktur Kepatuhan dan Junaidi Amin sebagai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img