Jumat, Juni 26, 2026

Digitalisasi Ubah Cara Mahasiswa Mencari Kost, TikTok dan Google Jadi Andalan

Must Read

Perkembangan platform digital mengubah pola pencarian hunian di kalangan mahasiswa. Jika sebelumnya survei lapangan menjadi cara utama mencari tempat tinggal, kini mayoritas mahasiswa lebih mengandalkan konten digital dan mesin pencari untuk menemukan kost yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Temuan tersebut terungkap dalam riset terbaru Cove, perusahaan penyedia hunian co-living modern. Menjelang dimulainya semester ganjil 2026, riset itu menunjukkan 63% mahasiswa penghuni Cove mampu menentukan pilihan kost dalam waktu kurang dari satu bulan. Kecepatan tersebut tidak lepas dari kemudahan memperoleh informasi melalui platform digital yang menampilkan kondisi kamar, fasilitas, hingga ulasan penghuni.

TikTok menjadi sumber informasi paling banyak digunakan mahasiswa dengan porsi 22%, disusul Google dan Google Maps sebesar 18%, serta rekomendasi keluarga maupun teman sebesar 17%. Dominasi kanal digital tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan generasi muda terhadap informasi visual dalam menentukan keputusan menyewa hunian.

Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengatakan mahasiswa memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda dibandingkan kelompok penyewa lainnya. Selain mempertimbangkan kenyamanan dan produktivitas, mereka juga harus menyesuaikan pilihan hunian dengan anggaran yang terbatas.

“Mahasiswa yang menempati 12,5 persen dari seluruh penghuni Cove memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka menuntut keseimbangan dalam ruang tinggal selayaknya segmen penghuni yang lain: kebutuhan akan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial. Tapi di saat yang sama, mereka beroperasi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan demografi lain, umumnya pada kisaran bujet Rp2 juta per bulannya. Dengan kebutuhan tersebut, co-living bisa menjadi solusi yang paling efisien, menggabungkan hunian mereka dan segala kebutuhan akademik maupun sosial mereka, dalam pilihan harga sewa yang lebih beragam,” kata Dian.

Riset tersebut juga memperlihatkan bahwa privasi menjadi salah satu prioritas utama mahasiswa. Sebanyak 90% responden memilih tinggal sendiri di dalam kamar daripada berbagi ruang dengan penghuni lain. Selain itu, fasilitas yang lengkap menjadi nilai tambah, terutama akses internet, layanan kebersihan, laundry, serta lokasi yang dekat dengan kampus.

Jakarta masih menjadi destinasi favorit mahasiswa perantau, khususnya kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat yang memiliki konsentrasi perguruan tinggi cukup tinggi. Kedekatan dengan kampus dinilai mampu menghemat waktu dan biaya transportasi, sehingga menjadi pertimbangan penting dalam memilih tempat tinggal.

Meski proses pencarian semakin praktis berkat teknologi, mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam memperoleh hunian yang sesuai. Faktor keamanan lingkungan dan lokasi yang strategis menjadi kendala utama, disusul harga sewa yang kerap melampaui kemampuan finansial mereka.

Sebanyak 40% mahasiswa penghuni Cove memiliki anggaran bulanan Rp2 juta hingga Rp5 juta yang harus dibagi untuk biaya sewa, kebutuhan sehari-hari, hingga aktivitas sosial. Kondisi tersebut membuat hunian dengan harga sekitar Rp2 juta per bulan menjadi pilihan yang paling banyak diminati.

Temuan ini menunjukkan transformasi digital tidak hanya mengubah cara mahasiswa mencari kost, tetapi juga mendorong pelaku bisnis hunian untuk menghadirkan layanan yang lebih praktis, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda yang semakin mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan keterjangkauan harga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

RISE Bidik Marketing Sales Rp75 Miliar dari Grand Sunrise Menganti pada 2026

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) optimistis proyek Grand Sunrise Menganti di Gresik akan menjadi salah satu penopang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img