Jumat, Juni 26, 2026

Hotel Mewah Kian Agresif Berbenah, Rebranding Jadi Strategi Hadapi Persaingan

Must Read

Industri perhotelan memasuki babak baru. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku wisatawan, pelaku usaha memilih melakukan rebranding sebagai strategi untuk memperkuat posisi pasar sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Dalam satu tahun terakhir, sedikitnya lima hotel di Jakarta telah berganti merek. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi reposisi aset agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan nilai investasi properti perhotelan.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan rebranding kini tidak lagi sekadar pergantian identitas, tetapi menjadi strategi bisnis yang menyasar peningkatan kinerja jangka panjang.

“Beberapa temuan utama dari fenomena rebranding hotel ini mencakup pergeseran dari volume ke profitabilitas, peningkatan nilai aset, reposisi melalui konsep yang diperbarui, serta adaptasi terhadap pola permintaan yang terus berubah,” ujar Ferry Salanto dalam keterangannya, Kamis (25/6).

Di Jakarta, meskipun permintaan dari segmen Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) mengalami pelemahan, pasar hotel masih ditopang oleh aktivitas pemerintah dan korporasi. Kondisi tersebut membuat pengembangan hotel kelas atas tetap berlanjut.

Hingga kuartal I-2026, jumlah kamar hotel di Jakarta mencapai sekitar 49.106 unit, dengan hotel bintang empat menguasai sekitar 40% dari total pasokan. Dalam beberapa tahun mendatang, tambahan hotel premium diperkirakan akan semakin memperketat kompetisi di segmen atas.

Optimisme juga terlihat di Bali. Pembukaan hotel hasil rebranding sepanjang kuartal I-2026 menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang industri pariwisata di Pulau Dewata. Bahkan, sekitar 1.623 kamar hotel bintang lima dijadwalkan selesai dibangun sepanjang 2026 hingga 2029.

Seiring perkembangan pasar, konsep kemewahan pun mengalami transformasi. Wisatawan kini lebih mengutamakan pengalaman yang personal, autentik, dan berorientasi pada kesehatan dibanding sekadar fasilitas mewah. Karena itu, banyak proyek baru mengusung konsep wellness, retreat, dan layanan yang dirancang sesuai kebutuhan setiap tamu.

Colliers menilai hotel yang mampu beradaptasi dengan perubahan tren tersebut akan memiliki daya saing lebih kuat. Rebranding yang didukung efisiensi operasional dan kemampuan menangkap segmen pasar baru dinilai menjadi kunci untuk menjaga tingkat hunian sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

RISE Bidik Marketing Sales Rp75 Miliar dari Grand Sunrise Menganti pada 2026

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) optimistis proyek Grand Sunrise Menganti di Gresik akan menjadi salah satu penopang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img