Malaysia kembali menarik investasi asing di sektor teknologi. Kali ini, perusahaan penyedia infrastruktur digital kritis Vertiv meresmikan fasilitas manufaktur baru di Johor sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok dan memenuhi lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Asia.
Pabrik yang berlokasi di Senai, Johor, itu memiliki luas sekitar 21.900 meter persegi dan akan menjadi basis produksi berbagai solusi daya, pendinginan, serta infrastruktur modular untuk pusat data yang melayani pasar Asia Tenggara, Asia Utara, Australia, dan Selandia Baru.
Ekspansi tersebut mempertegas posisi Johor sebagai salah satu tujuan utama investasi sektor pusat data dan manufaktur berteknologi tinggi di kawasan. Lokasinya yang berdekatan dengan Singapura serta didukung konektivitas logistik dan ekosistem industri dinilai menjadi daya tarik bagi investor global.
Chief Executive Officer Vertiv, Giordano (Gio) Albertazzi, mengatakan investasi di Malaysia merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar kapasitas produksi seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur digital berbasis AI di Asia.
“Asia terus menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan investasi AI dan infrastruktur digital tercepat. Melalui perluasan kapasitas manufaktur di Malaysia, kami semakin memperkuat kemampuan untuk mendukung pelanggan dengan kualitas, kecepatan, skala, dan ketahanan yang mereka butuhkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/7).
Menurut Albertazzi, meningkatnya kebutuhan komputasi AI mendorong permintaan terhadap solusi daya dan pendinginan berkapasitas besar. Karena itu, kedekatan fasilitas produksi dengan pasar dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pengiriman dan implementasi proyek.
“Seiring dengan berkembangnya kebutuhan komputasi di berbagai generasi infrastruktur AI, pelanggan membutuhkan mitra yang mampu menyediakan solusi daya, pendinginan, dan infrastruktur dalam skala besar. Fasilitas kami di Johor semakin meningkatkan kemampuan kami untuk membantu pelanggan membangun infrastruktur digital kritis dengan lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang di seluruh Asia,” katanya.
Pemerintah daerah Johor menilai investasi tersebut tidak hanya memperkuat sektor manufaktur berteknologi tinggi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan talenta lokal. Saat beroperasi penuh pada 2027, fasilitas tersebut diproyeksikan menyerap hingga 500 tenaga kerja terampil.
Chief Executive Officer Invest Johor, Tuan Haji Natazha Hariss, mengatakan kehadiran Vertiv mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Johor sebagai pusat infrastruktur digital di Asia Tenggara.
“Kami menyambut baik investasi Vertiv di Johor, yang mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap peran Johor sebagai pusat strategis infrastruktur digital dan manufaktur canggih. Lebih dari sekadar investasinya, yang paling bermakna adalah terciptanya lapangan kerja bernilai tinggi, peluang pengembangan talenta lokal, dan penguatan kapabilitas industri yang akan memberikan manfaat bagi Johor dalam jangka panjang,” ujarnya.
Fasilitas tersebut akan memproduksi berbagai solusi pendukung pusat data AI, mulai dari sistem pendinginan cair, modul daya prefabrikasi hingga infrastruktur modular yang diklaim mampu mempercepat pembangunan pusat data dibandingkan metode konvensional. Pabrik juga dilengkapi fasilitas pengujian terpadu guna memastikan seluruh sistem memenuhi standar operasional sebelum dikirim ke pelanggan.
Vice President and General Manager Vertiv Asia, Paul Churchill, mengatakan keberadaan fasilitas baru akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam merespons proyek-proyek pusat data AI yang tumbuh pesat di kawasan.
“Fasilitas Johor dirancang untuk semakin memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pelanggan di seluruh Asia melalui kolaborasi regional yang lebih erat serta implementasi infrastruktur yang lebih cepat dan responsif untuk berbagai proyek yang kompleks,” ujar Churchill.
“Konektivitas regional Johor, ekosistem teknologi yang terus berkembang, dan kumpulan talenta lokal yang terampil menjadi alasan kuat dipilihnya Johor sebagai lokasi yang tepat. Fasilitas ini memperkuat kemampuan kami untuk membantu pelanggan menavigasi kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang di seluruh kawasan.” ujarnya.




