Perusahaan manajemen paparan risiko siber (exposure management), Tenable Holdings, Inc., mendapat pengakuan dari Gartner sebagai perusahaan yang menjadi acuan (company to beat) dalam kategori AI-powered exposure assessment. Pengakuan tersebut tertuang dalam laporan Gartner bertajuk AI Vendor Race: Tenable Is the Company to Beat for AI-Powered Exposure Assessment yang dirilis pada Juni 2026.
Dalam laporannya, Gartner menyebut dominasi Tenable dalam penilaian kerentanan (vulnerability assessment), kemampuan menemukan aset dan permukaan serangan (attack surface), serta keberhasilannya mengeksekusi strategi kecerdasan buatan (AI) menjadikan perusahaan tersebut sebagai pemimpin dalam teknologi AI untuk penilaian paparan risiko siber.
Gartner juga menilai platform Tenable One memiliki cakupan yang luas dengan mengintegrasikan lingkungan teknologi informasi (TI) tradisional, identitas digital, cloud, cyber-physical systems (CPS), hingga container dalam satu platform. Kemampuan tersebut dinilai membedakan Tenable dari para pesaingnya.
Selain itu, Tenable disebut mampu memberikan visibilitas terhadap permukaan serangan baru yang muncul seiring berkembangnya penggunaan AI. Platform ini dapat mendeteksi penggunaan shadow AI, mengidentifikasi potensi kebocoran data sensitif, kesalahan konfigurasi, serangan AI terbaru, perilaku agen AI yang berisiko, hingga integrasi yang tidak aman dengan layanan eksternal.
Co-CEO Tenable, Mark Thurmond, mengatakan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara organisasi beroperasi sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber. Menurutnya, organisasi membutuhkan pendekatan keamanan modern yang mampu memberikan visibilitas menyeluruh terhadap permukaan serangan yang terus berkembang sekaligus membantu memprioritaskan risiko secara lebih cepat.
“Kami meyakini pengakuan dari Gartner mencerminkan komitmen Tenable dalam membantu pelanggan mengikuti perubahan lanskap keamanan siber yang semakin dipengaruhi oleh AI,” ujar Thurmond.
Pengakuan tersebut melengkapi sejumlah pencapaian Tenable dalam pengembangan teknologi AI sepanjang tahun ini. Perusahaan telah meluncurkan Tenable Hexa AI, mesin AI berbasis agen yang terintegrasi dalam platform Tenable One Exposure Management, sekaligus memperluas kapabilitas AI Exposure untuk membantu organisasi melindungi aset AI mereka.
Tenable juga bergabung dalam dua inisiatif keamanan siber berbasis AI, yakni Project Glasswing dari Anthropic dan Daybreak Cyber Partner Program milik OpenAI. Melalui berbagai investasi tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya mampu mengidentifikasi paparan risiko, tetapi juga membantu tim keamanan siber memprioritaskan serta mengurangi risiko secara berkelanjutan dengan dukungan AI.
Co-CEO Tenable lainnya, Steve Vintz, menilai penerapan AI dalam keamanan siber masih berada pada tahap awal. Ke depan, menurutnya, AI tidak hanya akan digunakan untuk mendeteksi risiko, tetapi juga mendampingi tim keamanan dalam memahami, memprioritaskan, dan melakukan mitigasi ancaman secara lebih efektif. Menurut Vintz, arah inilah yang menjadi fokus investasi Tenable sekaligus mencerminkan masa depan industri keamanan siber.




