Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), mempercepat ekspansi bisnis pada tahun ini melalui penambahan tiga pabrik baru dan perluasan jaringan distribusi. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas penetrasi pasar, sekaligus menjaga target pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengatakan ekspansi yang dijalankan perseroan merupakan strategi jangka panjang yang telah diterapkan sejak perusahaan berdiri. Menurutnya, penambahan pabrik dan distribusi menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing bisnis.
“Kami percaya ekspansi yang konsisten dan terukur akan berdampak besar pada keberlanjutan bisnis CLEO,” ujar Melisa dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).
Hingga kuartal I-2026, CLEO telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga memiliki lebih dari 450 jaringan distribusi internal yang didukung lebih dari 11.000 mitra distribusi.
Tahun ini, CLEO akan menambah tiga fasilitas produksi baru. Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026, sedangkan pabrik di Pontianak dan Pekanbaru ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. Kehadiran pabrik baru diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.
Bagi industri AMDK, lokasi pabrik menjadi faktor penting mengingat produk memiliki volume besar dan bobot yang berat. Dengan menempatkan fasilitas produksi lebih dekat ke pasar, biaya logistik dapat ditekan sehingga distribusi menjadi lebih efisien.
Dalam menentukan lokasi ekspansi, perseroan tidak hanya mempertimbangkan potensi permintaan, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber air baku yang memadai agar operasional dapat berjalan berkelanjutan.
Selain memperkuat kapasitas produksi, CLEO juga mengintensifkan strategi pemasaran melalui berbagai aktivitas below the line dan pemasaran digital untuk meningkatkan kesadaran merek serta memperluas jangkauan konsumen. Perseroan juga terus mempererat kerja sama dengan distributor dan mitra strategis guna memperluas penetrasi pasar.
Strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan. Pada kuartal I-2026, CLEO mencatatkan penjualan sebesar Rp774,4 miliar atau tumbuh 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, perseroan menargetkan jumlah jaringan distribusi internal meningkat menjadi 500 titik hingga akhir 2026.
“Dengan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan tersebut, disertai konsistensi dalam menciptakan inovasi produk baru sesuai kebutuhan pasar yang terus berkembang, kami optimis target Perseroan untuk meraih pertumbuhan double digit tahun ini akan tercapai,” tutup Melisa.




