Tren liburan jarak dekat atau short getaway semakin mendominasi pola perjalanan masyarakat di tengah tekanan daya beli. Wisatawan kini lebih memilih destinasi yang mudah dijangkau dan akomodasi dengan tarif terjangkau, mendorong pertumbuhan bisnis hotel ekonomi selama musim libur sekolah 2026.
Platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand RedDoorz mencatat jumlah kamar terjual di seluruh jaringan propertinya meningkat 30% secara tahunan (year on year/YoY) selama periode libur sekolah 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Kinerja tersebut ditopang tingginya permintaan dari keluarga, khususnya generasi milenial yang bepergian bersama anak-anak.
Director of Demand RedDoorz, Vibhor Atal, mengatakan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Menurutnya, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam menyusun anggaran perjalanan sehingga memilih destinasi yang dekat dan biaya akomodasi yang lebih ekonomis.
“Liburan sekolah menjadi pendorong utama permintaan karena banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berlibur. Selain itu, tahun ini terdapat tren berlibur ke destinasi yang dekat (dengan tempat tinggal/asal). Dibandingkan bepergian jauh atau mahal, mayoritas wisatawan lebih memilih short getaway ke lokasi yang terjangkau dengan mobil atau ke kota sekitar,” ujar Vibhor Atal.
Di antara berbagai kota tujuan wisata, Medan menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi. RedDoorz mencatat tingkat okupansi dan penjualan kamar di kota tersebut meningkat lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui kota-kota besar lainnya.
Lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas penumpang melalui Bandara Internasional Kualanamu yang melayani 421.059 penumpang dan 2.998 pergerakan pesawat selama musim liburan.
Selain Medan, Pangandaran juga menjadi salah satu destinasi dengan pertumbuhan paling pesat. Tingkat okupansi akomodasi RedDoorz di kawasan wisata pantai tersebut melonjak lebih dari 80% secara tahunan, sementara penjualan kamar meningkat hingga tiga kali lipat.
Menurut Vibhor, momentum tersebut tidak terlepas dari penyelenggaraan tradisi Hajat Laut yang berlangsung sejak pertengahan Juni, sebelum kemudian dilanjutkan dengan tingginya minat wisatawan terhadap wisata pantai dan olahraga air selama puncak libur sekolah.
“Sejak pertengahan Juni, Pangandaran memiliki agenda tahunan Hajat Laut yang menjadi daya tarik. Memasuki bulan Juli, pengunjung ke Pangandaran mulai fokus pada atraksi pantai dan olahraga air yang bertepatan dengan puncak musim libur sekolah,” katanya.
Di sisi lain, segmen vila juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Brand The Lavana, yang menjadi bagian dari portofolio RedDoorz, membukukan kenaikan penjualan kamar lebih dari 50% secara tahunan. Perseroan menilai tren tersebut menunjukkan wisatawan tetap bersedia membayar lebih untuk akomodasi yang menawarkan pengalaman menginap berbeda, selama masih memberikan nilai yang sepadan.
“Hal ini mengindikasikan bahwa meski konsumen semakin cermat mengelola anggaran perjalanan mereka, minat pasar terhadap properti vila tetap memiliki potensi pertumbuhan yang kuat,” pungkas Vibhor.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa di tengah tekanan terhadap daya beli, sektor akomodasi berbiaya terjangkau masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama dengan memanfaatkan tren perjalanan jarak dekat dan meningkatnya permintaan dari wisata keluarga.




