Moneter.co.id – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan kementeriannya hanya menargetkan satu perusahaan BUMN yang mengalami kerugian pada 2017 yakni PT Merpati Nusantara Airlines.
Menurut Rini maskapai penerbangan itu paling mungkin merugi tahun ini lantaran tidak lagi beroperasi. “Yang paling mungkin masih merugi Merpati karena kan sudah berhenti beroperasi,” kata Rini, Rabu (4/5).
Ia mengakui masih ada perusahaan BUMN yang merugi saat ini. Namun, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir kondisi tersebut. “Salah satu yang dilakukan, yakni dengan menggalang sinergi untuk investasi, pengadaan barang hingga operasional,” ujar Menteri Rini.
“Banyak hal yang sebetulnya secara sinergi bisa kami lakukan bersama. Contohnya tahun ini kami menargetkan ATM bersama akan betul-betul efektif untuk seluruh perbankan. Itu akan menekan cost yang cukup besar dan banyak. Di pelabuhan, sistem IT juga akan kami satukan,” lanjut Menteri Rini.
Sebelumnya, Sekretaris BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan sebanyak 26 BUMN merugi pada triwulan pertama 2017 dengan total Rp3,8 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 27 BUMN yang merugi dengan total Rp3,2 triliun.
Rep.Hap




