Selasa, April 28, 2026

Adopsi EV Meningkat, BlueCharge Perluas Jaringan Charging Station Nasional

Must Read

Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mulai memicu pergeseran kebutuhan infrastruktur pendukung, terutama stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Di tengah tren adopsi electric vehicle (EV) yang terus meningkat, ketersediaan fasilitas pengisian daya dinilai menjadi elemen krusial untuk mempercepat penetrasi kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik.

Melihat peluang tersebut, BlueCharge mempercepat ekspansi jaringan charging station di berbagai titik strategis sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pengisian daya yang lebih mudah dan terintegrasi dengan aktivitas harian.

Sebagai bagian dari Centrepark Group yang telah mengelola lebih dari 700 lokasi di Indonesia, BlueCharge memanfaatkan jaringan properti dan area publik untuk memperluas penetrasi bisnisnya. Strategi ini dinilai efektif karena memungkinkan fasilitas pengisian daya hadir di pusat aktivitas masyarakat, mulai dari pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga kawasan hunian.

Sejumlah lokasi yang telah dilengkapi fasilitas BlueCharge antara lain Mall Central Park, Kuningan City, Margo City, Pelindo Tower, Capital Place, Sudirman Tower Condominium, hingga kawasan Metropole yang telah dilengkapi teknologi DC Fast Charging.

Kehadiran fasilitas fast charging di Metropole menjadi bagian dari strategi BlueCharge untuk menjawab kebutuhan efisiensi waktu pengguna EV, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi. Dengan teknologi ini, waktu pengisian daya dapat dipangkas lebih singkat dibandingkan pengisian konvensional.

Ekspansi infrastruktur charging juga dinilai memiliki efek berganda bagi sektor properti. Jika sebelumnya charging station hanya dianggap fasilitas pelengkap, kini keberadaannya mulai menjadi nilai tambah dalam pengembangan properti modern.

Selain meningkatkan daya tarik kawasan, fasilitas ini juga dinilai mampu meningkatkan traffic pengunjung, memperbaiki pengalaman pengguna, sekaligus mendukung target keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) bagi pengelola properti maupun korporasi.

BlueCharge menggarap model bisnis berbasis teknologi dengan sejumlah fitur digital seperti akses lokasi charging secara daring, monitoring pengisian daya secara real-time, sistem pembayaran cashless, serta integrasi aplikasi untuk mempermudah transaksi pengguna.

Perusahaan juga menawarkan fleksibilitas teknologi pengisian daya, mulai dari AC Charger berkapasitas 7kW hingga 22kW untuk kebutuhan reguler, hingga DC Fast Charging untuk pengisian cepat.

Di sisi lain, perusahaan melihat peluang pertumbuhan bukan hanya dari pengguna individu, tetapi juga dari sektor komersial dan industri, terutama untuk mendukung operasional armada kendaraan listrik (fleet) yang mulai berkembang di berbagai lini bisnis.

Perwakilan BlueCharge menilai penguatan infrastruktur charging menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Ke depan, charging station akan menjadi bagian dari ekosistem mobilitas sehari-hari, bukan lagi fasilitas tambahan. Kami ingin memastikan akses yang mudah dan merata bagi pengguna kendaraan listrik di berbagai kota,” ujar perwakilan BlueCharge.

Ke depan, BlueCharge menargetkan ekspansi jaringan charging station ke lebih banyak kota besar dan kota lapis kedua (secondary city) di Indonesia. Dengan memanfaatkan sinergi bersama Centrepark Group, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik sekaligus memperkuat fondasi transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Melonjak 33%, Trisula International Bagi Dividen Rp31 Miliar

PT Trisula International Tbk menutup tahun buku 2025 dengan catatan kinerja gemilang. Emiten tekstil dan garmen berkode saham TRIS...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img