Selasa, April 28, 2026

Laba Melonjak 33%, Trisula International Bagi Dividen Rp31 Miliar

Must Read

PT Trisula International Tbk menutup tahun buku 2025 dengan catatan kinerja gemilang. Emiten tekstil dan garmen berkode saham TRIS itu membukukan lonjakan laba bersih 33% secara tahunan menjadi Rp110,16 miliar, sekaligus menetapkan pembagian dividen sebesar Rp31 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4).

Nilai dividen tersebut setara sekitar Rp10 per saham dan merupakan dividen final untuk tahun buku 2025, di luar dividen interim yang telah lebih dulu dibagikan pada September tahun lalu. Kebijakan pembagian dividen ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis yang tetap solid serta arus kas perusahaan yang terjaga.

Di tengah tantangan industri tekstil global yang masih dibayangi tekanan permintaan dan gejolak rantai pasok, Trisula justru berhasil mengerek penjualan menjadi Rp1,73 triliun atau tumbuh 14% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan itu turut menopang pencapaian laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Presiden Direktur PT Trisula International Tbk, Widjaya Djohan, mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis yang dijalankan secara konsisten, terutama dalam menjaga kualitas produk dan memperkuat daya saing di pasar internasional.

“Fokus kami dalam menjaga kualitas produk, yang didukung oleh kekuatan SDM serta kemampuan beradaptasi secara cepat, menjadi kunci keberhasilan TRIS. Dengan kontribusi ekspor yang semakin dominan dan pasar tujuan yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan global,” ujar Widjaya.

Pasar ekspor menjadi penopang utama bisnis perseroan, dengan kontribusi mencapai 60% terhadap total penjualan. Diversifikasi negara tujuan ekspor dinilai menjadi faktor penting yang membuat perseroan lebih tahan terhadap tekanan ekonomi di kawasan tertentu.

Manajemen menyebut, strategi ekspansi ke depan akan difokuskan pada penguatan pasar yang sudah ada sekaligus membuka peluang baru, terutama di kawasan Eropa dan Asia. Perusahaan juga mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas manufaktur.

Di sisi lain, inovasi produk dan layanan kustomisasi terus diperluas untuk memperkuat kanal bisnis B2B, sejalan dengan perubahan kebutuhan pelanggan global yang semakin dinamis.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat dan penetrasi pasar ekspor yang terus diperluas, Trisula optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan pada 2026, sekaligus memperkuat posisi di industri tekstil dan garmen nasional maupun global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Adopsi EV Meningkat, BlueCharge Perluas Jaringan Charging Station Nasional

Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mulai memicu pergeseran kebutuhan infrastruktur pendukung, terutama stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU)....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img