Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tumbuh positif pada Juli 2026. Posisi M2 pada periode tersebut mencapai Rp10.371,1 triliun, atau tumbuh 8,3 persen secara tahunan (yoy).
Pertumbuhan M2 pada Juli 2026 melanjutkan tren positif meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026 yang mencapai 8,7 persen (yoy). Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.
BI mencatat uang beredar sempit (M1) tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy) pada Juli 2026. Sementara itu, uang kuasi tumbuh 5,6 persen (yoy).
Dari sisi faktor yang memengaruhi, perkembangan M2 pada Juli 2026 terutama didorong oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).
Penyaluran kredit tercatat tumbuh 13,0 persen (yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,1 persen (yoy).
Kenaikan pertumbuhan kredit menunjukkan peran pembiayaan perbankan yang semakin kuat dalam mendukung aktivitas perekonomian nasional. Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 4,6 persen (yoy) pada Juli 2026, melanjutkan pertumbuhan pada Juni 2026 sebesar 10,1 persen (yoy).




