Film animasi Indonesia Garuda: Dare to Dream karya sutradara Ronny Gani meraih dua penghargaan dalam Giffoni Film Festival 2026 pada 17–25 Juli 2026 di Giffoni Valle Piana, Provinsi Salerno, Italia.
Film ini menyabet Gryphon Award sebagai Best Film kategori Elements +6. Kemudian penghargaan kedua, Lete Special Award atau penghargaan khusus yang diberikan kepada karya yang dinilai mampu menginspirasi generasi muda melalui pesan ketekunan, keberanian, dan semangat meraih mimpi. Diraihnya dua penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas kualitas industri animasi Indonesia.
“Film Garuda: Dare to Dream membawa pulang dua penghargaan utama berkat kualitas cerita, animasi, dan pesan universal yang diusung,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi di lansir Kamis (6/8/2026).
Puntodewi menyampaikan, keberhasilan film Indonesia meraih penghargaan bergengsi ini menjadi momentum untuk memperkuat promosi dan pengembangan ekspor jasa kreatif nasional di pasar global.
Terlebih lagi, industri kreatif merupakan salah satu sektor prioritas dalam diversifikasi ekspor nasional. Ia meyakini, keberhasilan Garuda: Dare to Dream menunjukkan Indonesia memiliki talenta, kreativitas, dan kemampuan menghasilkan karya yang mampu bersaing di pasar global.
“Pengakuan internasional ini membuktikan jasa kreatif Indonesia memiliki daya saing yang makin kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor jasa kreatif nasional melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas kreatif,” ujar Puntodewi.
Pada Giffoni Film Festival 2026, Indonesia diwakili dua film animasi, yaitu Garuda: Dare to Dream dan Jumbo. Keduanya ditayangkan dalam bahasa Indonesia, kemudian disulihsuarakan ke dalam bahasa Italia serta dilengkapi takarir berbahasa Inggris. Strategi ini berhasil mempertahankan identitas budaya Indonesia sekaligus memastikan karya tersebut mudah dipahami penonton internasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa jasa kreatif Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Penghargaan yang diraih Garuda: Dare to Dream sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang memiliki talenta kreatif berdaya saing global,” ungkap Atase Perdagangan (Atdag) RI di Roma Hesty Syntia.
Hesty menambahkan, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi industri perfilman nasional, tetapi juga memperkuat diplomasi perdagangan Indonesia melalui promosi dan pengembangan ekspor jasa kreatif.
Menurut Hesty, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus memperkuat promosi jasa kreatif Indonesia di pasar Italia dan kawasan Eropa. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan jejaring bisnis, fasilitasi business matching, promosi pada berbagai ajang internasional, serta penjajakan kemitraan strategis antara pelaku industri kreatif dalam negeri dengan mitra potensial di luar negeri.
Kepala ITPC Milan Seno Pratomo menyampaikan, penghargaan ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan visibilitas karya kreatif Indonesia di Italia dan Eropa. Capaian ini juga membuka peluang kerja sama lebih luas antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Italia, baik dalam pengembangan konten maupun penjajakan kemitraan bisnis.
Sutradara Garuda: Dare to Dream, Ronny Gani, mengapresiasi kehadiran Atdag RI Roma dan ITPC Milan untuk memberi dukungan langsung. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh tim dalam menghadirkan film animasi dengan cerita yang relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang budaya.
“Kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan anak-anak sekaligus membawa nilai tentang keberanian bermimpi, kerja keras, dan pantang menyerah. Sambutan positif dari penonton internasional menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan membawa lebih banyak cerita Indonesia ke panggung dunia,” ujar Ronny.
Giffoni Film Festival merupakan salah satu festival film anak dan remaja paling bergengsi di dunia yang telah diselenggarakan selama lebih dari lima dekade di Italia. Festival ini melibatkan ribuan anak dan remaja dari berbagai negara sebagai dewan juri, menjadikan festival ini salah satu tolok ukur penting bagi karya perfilman yang ditujukan bagi pasar keluarga dan generasi muda.




