Jumat, Agustus 28, 2026

Harga Minyak Anjlok, Arcandra Tahar Minta Indonesia Lakukan Kontrak Jangka Panjang

Must Read

Moneter.id – Komisaris utama PGN, Arcandra Tahar mengatakan ketika
harga minyak anjlok atau rendah hal lain yang biasa dilakukan negara-negara
lain adalah salah satunya melakukan kontrak jangka panjang dengan produsen
minyak.

“Bagaimana dengan
peluang Indonesia? Kita konsumen minyak besar, negara dengan konsumen minyak
besar akan melakukan hal-hal di antaranya melakukan kontrak jangka
panjang,” kata Arcandra Tahar, Selasa (21/4/2020).

Selain itu pilihan lainnya
adalah peluang untuk membeli minyak mentah banyak secara langsung jika
storage atau penyimpanan cukup besar.

Atau jika storage sudah penuh dapat melakukan
kontrak pembelian saat minyak turun, namun waktu pengiriman bisa diatur ketika
waktu penerimaan
storage sudah
memungkinkan.

“Cara seperti itu
harganya akan tetap menguntungkan, karena kontrak pembelian tetap bisa
dilakukan,” katanya.

Kata Mantan Wakil Menteri
ESDM ini, situasi minyak rendah biasanya dimanfaatkan untuk memperkuat sektor
hilir migas. Contoh mengembangkan proyek kilang migas,
petrochemical dan infrastruktur lain seperti jaringan gas bumi.

“Harapannya ketika
infrastruktur selesai dibangun rata-rata butuh 3 sampai 5 tahun, ketika sudah
siap saat itu harga minyak kembali normal,” tutupnya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PT SMI Suntik Rp25 Miliar untuk Jalan Gunungsitoli

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyiapkan pembiayaan Rp25 miliar untuk meningkatkan kapasitas struktur delapan ruas jalan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img