Kamis, Agustus 20, 2026

Okupansi Kantor CBD Jakarta Naik, Gedung Premium Jadi Rebutan Penyewa

Must Read

Pasar perkantoran Jakarta mulai memasuki fase pemulihan, meski laju perbaikannya masih berjalan terbatas. Laporan terbaru Colliers menunjukkan tingkat okupansi kantor di kawasan central business district (CBD) Jakarta mencapai sekitar 76% pada kuartal II 2026, dengan gedung premium mencatat tingkat hunian lebih tinggi, yakni sekitar 83%.

Kenaikan okupansi tersebut belum dapat diartikan sebagai tanda ekspansi bisnis besar-besaran. Colliers melihat pemulihan pasar saat ini lebih banyak berasal dari aktivitas relokasi perusahaan dan penyesuaian kebutuhan luas ruang kantor.

Kepala Riset Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan penyewa kini semakin selektif dalam menentukan ruang kantor. Faktor harga memang masih menjadi pertimbangan, tetapi kualitas gedung dan kemampuan ruang dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan mulai memiliki bobot yang lebih besar.

“Semakin selektifnya penyewa dalam mengambil keputusan, pemulihan pasar perkantoran Jakarta juga didorong oleh kebutuhan kualitas, bukan semata-mata oleh harga,” ujar Ferry.

Menurut dia, gedung yang berpeluang mengalami pemulihan lebih cepat adalah properti yang mampu menawarkan kombinasi fleksibilitas sewa, ruang siap pakai, kemudahan akses transportasi publik serta kredensial keberlanjutan.

Kondisi tersebut tercermin dari performa gedung premium yang mencatat okupansi sekitar 83%, lebih tinggi dibandingkan rerata CBD. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan masih memiliki minat terhadap ruang kantor berkualitas, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih.

Namun, pemilik gedung masih menghadapi persoalan besar berupa tingginya ruang kosong. Colliers memperkirakan terdapat hampir 3 juta meter persegi ruang perkantoran yang belum terserap di Jakarta. Sekitar 60% dari ruang kosong tersebut berada di kawasan CBD.

Besarnya ruang kosong membuat pasar masih cenderung berpihak kepada penyewa. Pemilik gedung terpaksa memperkuat daya tarik properti melalui berbagai insentif, termasuk struktur sewa yang lebih fleksibel, periode bebas sewa, dukungan fit-out dan insentif komersial lainnya.

Di tengah tekanan tersebut, sisi pasokan justru memberikan angin segar bagi pemilik gedung. Sepanjang semester pertama 2026 tidak terdapat proyek perkantoran baru yang selesai di kawasan CBD Jakarta. Alhasil, total pasokan ruang kantor CBD masih bertahan di sekitar 7,4 juta meter persegi pada kuartal II 2026.

Keterbatasan pasokan baru dinilai dapat memberikan waktu bagi pasar untuk menyerap ruang yang saat ini masih kosong. Tanpa tambahan pasokan dalam jumlah besar, peningkatan permintaan berpotensi secara bertahap mendorong kenaikan tingkat okupansi.

Colliers juga mencatat tingkat hunian perkantoran di luar CBD perlahan mendekati 70%. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan tidak hanya terjadi pada gedung-gedung yang berada di pusat bisnis, meski kualitas aset tetap menjadi pembeda utama dalam menarik penyewa.

Tren ini sekaligus memperlihatkan perubahan strategi perusahaan dalam memilih lokasi kantor. Penyewa semakin mempertimbangkan kesiapan ruang, konektivitas transportasi, standar ESG serta efisiensi biaya okupansi secara keseluruhan.

Colliers memperkirakan permintaan ruang perkantoran Jakarta masih akan meningkat hingga akhir 2026. Sektor logistik, energi dan fintech diperkirakan menjadi salah satu sumber permintaan, baik dari perusahaan lokal maupun asing.

Meski demikian, kenaikan permintaan belum otomatis mengembalikan kekuatan pasar kepada pemilik gedung. Dengan ruang kosong yang masih mendekati 3 juta meter persegi, penyewa diperkirakan tetap memiliki posisi tawar yang kuat.

Dengan kondisi tersebut, persaingan pemilik gedung ke depan tidak hanya ditentukan oleh besaran harga sewa. Kemampuan menyediakan ruang berkualitas, fleksibel, mudah diakses dan memenuhi tuntutan keberlanjutan akan menjadi faktor yang semakin menentukan dalam memenangkan penyewa di pasar perkantoran Jakarta.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Genjot Transaksi Digital Lewat myBCA District One

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperluas penetrasi layanan perbankan digital dengan menyasar generasi muda sebagai pengguna utama....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img