Selasa, Mei 5, 2026

SCG Buka Lagi Beasiswa Sharing the Dream 2026, Dorong SDM Unggul Indonesia

Must Read

SCG, pemimpin bisnis regional dengan beragam unit bisnis, kembali menghadirkan program beasiswa SCG Sharing the Dream ke-14 pada tahun ini.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Inclusive Green Growth SCG yang mengintegrasikan praktik ESG melalui pengembangan sumber daya manusia, inovasi ramah lingkungan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. SCG menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan nasional Indonesia dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, dengan mendorong lahirnya generasi yang kompeten, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan.

Di kawasan ASEAN, generasi muda mencakup sekitar 34% dari total populasi. Namun, data International Labour Organization (ILO) menunjukan hanya sekitar 16% pemuda di ASEAN yang termasuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yaitu mereka yang tidak sedang menempuh pendidikan, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan. Di Indonesia, angka pemuda usia 15–24 tahun yang masuk kategori NEET mencapai 19,44%, menunjukkan pentingnya perluasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan agar mereka mampu menjadi generasi yang produktif bagi dirinya sendiri dan bagi pembangunan nasional.

Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, menjelaskan, “Tantangan generasi muda semakin kompleks untuk menemukan posisinya di industri dan masyarakat, dengan adanya persaingan global yang semakin kompetitif serta disrupsi teknologi AI (Artificial Intelligence). Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis (critical thinking), dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya.”

Tahun ini, beasiswa SCG Sharing the Dream mengusung tema “Green Active Generation.”. Program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas, dan anak dari keluarga pekerja konstruksi atau tukang bangunan dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, serta Bandung (khusus anak pekerja konstruksi, hanya yang berdomisili di Bandung dan Sukabumi). Pendaftaran program dibuka mulai 4 Mei s.d 1 Juni 2026.

Program ini akan memberikan dukungan kepada 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Para penerima beasiswa (SCG Scholars) akan mendapatkan kesempatan mengikuti program capacity building yang mencakup pelatihan keterampilan soft skills dan technical skills. Selain itu, SCG Scholars juga berkesempatan memimpin proyek komunitas yang memberikan dampak nyata dengan pendampingan mentoring secara berkala dari tim SCG. Melalui program ini, SCG mendorong generasi muda untuk berkembang dan berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Thichet Srisuriyon, Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia, menambahkan, “SCG Distribution & Retail sangat senang dapat kembali berpartisipasi tahun ini. Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET), agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka. Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.”

SCG mengajak generasi muda segera mendaftarkan diri. Sebagai bagian dari proses seleksi, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan pandangan mereka terhadap tantangan sekaligus ide perubahan yang ingin mereka wujudkan di lingkungan sekitar.

Amanda Dwi Ayu Utari, Brand & Communication Manager SCG Indonesia, menyampaikan Tips Menulis Esai bagi Calon Pendaftar SCG Sharing the Dream

Pertama, mulailah observasi masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah atau tempat tinggal yang berdampak pada kelangsungan hidup sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan masyarakat, pendidikan, atau kemiskinan. Pilih satu tantangan yang paling relevan dan terasa nyata.

Kedua, pahami kondisi di lapangan dengan melihat fakta dan upaya yang sudah dilakukan oleh lingkungan sekitar, misalnya oleh pemerintah daerah atau komunitas setempat seperti RT/RW, kepala desa, karang taruna, atau posyandu. Langkah ini membantu peserta memahami situasi yang sebenarnya sekaligus melihat peluang untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dalam mengatasi masalah tersebut.

Ketiga, rumuskan ide solusi yang realistis dan dapat dilakukan bersama masyarakat. Salah satu contohnya adalah proyek “Clean Water for All” yang diinisiasi oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025. Josephine menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengevaluasi kualitas air di 16 titik wilayah Desa Cileles, Jatinangor. Hasil pemetaan tersebut digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi kualitas air sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan. Detail hasil evaluasi dapat diakses melalui https://bit.ly/CleanWaterEvaluation.

“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” pungkas Amanda.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Mandiri Inhealth Melonjak 82% pada Kuartal I-2026, Ditopang Underwriting dan Digitalisasi

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) mencatat lonjakan kinerja pada tiga bulan pertama 2026. Perusahaan asuransi kesehatan ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img