Menara Astra mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengerek efisiensi operasional gedung melalui optimalisasi sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC). Teknologi BTune yang diperkenalkan Colliers Indonesia ditargetkan memangkas konsumsi energi rata-rata 10%-20% tanpa membutuhkan penggantian perangkat HVAC yang sudah terpasang.
Implementasi tersebut menjadi penerapan perdana teknologi optimisasi HVAC otomatis BTune pada gedung komersial di Jakarta. Perjanjian kerja sama antara Menara Astra dan Colliers Indonesia ditandatangani di Menara Astra, Senin (28/9/2026).
BTune bekerja dengan mengintegrasikan sistem AI dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS) yang telah digunakan Menara Astra. Sistem kemudian melakukan pemantauan dan penyesuaian pengoperasian HVAC secara real-time sesuai dengan kondisi gedung.
President Director PT Menara Astra Wibowo Muljono mengatakan efisiensi HVAC menjadi perhatian karena sistem tersebut menyumbang porsi signifikan terhadap konsumsi energi gedung komersial.
“Sistem HVAC menyumbang porsi yang signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial, sehingga pengoperasian yang efisien menjadi prioritas penting bagi Menara Astra,” ujar Wibowo.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghematan energi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan jejak karbon dan meningkatkan performa operasional aset.
“Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan kami, kami terus berfokus pada pengurangan jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja operasional dan kenyamanan penghuni. Penerapan BTune mencerminkan komitmen kami dalam memanfaatkan teknologi yang praktis dan inovatif guna mengoperasikan Menara Astra secara lebih efisien dan berkelanjutan,” katanya.
Menariknya, implementasi BTune tidak membutuhkan tambahan perangkat HVAC maupun pemrograman ulang sistem secara menyeluruh. Teknologi tersebut memanfaatkan infrastruktur gedung yang sudah tersedia sehingga gangguan terhadap aktivitas operasional dapat ditekan.
Skema bisnisnya juga menggunakan model bebas capital expenditure (capex). Dengan demikian, pemilik gedung tidak perlu menyiapkan investasi awal karena implementasi didasarkan pada skema penghematan yang dikaitkan dengan kinerja.
Berdasarkan berbagai implementasi BTune, teknologi tersebut mencatat rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18%. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menelusuri dan mengidentifikasi gangguan HVAC dapat berkurang 30%-50%.
Managing Director Colliers Indonesia Mike Broomell mengatakan solusi berbasis AI tersebut dapat memberikan manfaat yang terukur bagi pemilik properti, baik dari sisi operasional maupun lingkungan.
“Colliers Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan solusi keberlanjutan yang memberikan manfaat operasional dan lingkungan yang terukur bagi pemilik properti,” ujar Mike.
Dia menilai implementasi di Menara Astra menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi pada gedung modern tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi sektor properti komersial Jakarta, yang menunjukkan bagaimana gedung perkantoran modern seperti Menara Astra dapat memanfaatkan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni maupun keunggulan operasional,” katanya.
Adopsi AI untuk pengelolaan HVAC juga membuka ruang efisiensi yang lebih besar bagi sektor properti komersial. Selama ini, peningkatan efisiensi energi kerap dikaitkan dengan investasi pada perangkat baru. BTune menawarkan pendekatan berbeda dengan mengoptimalkan kinerja sistem yang telah tersedia melalui pengambilan keputusan berbasis data secara berkelanjutan.
Teknologi tersebut dapat diterapkan pada gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat konvensi, hotel, serta properti berskala besar lainnya yang memiliki sistem BMS atau BAS.
Bagi pemilik aset, penghematan energi pada akhirnya tidak hanya berdampak pada biaya utilitas. Efisiensi operasional, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan konsistensi kenyamanan penghuni dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kinerja dan daya saing aset properti dalam jangka panjang.




