Kamis, Januari 15, 2026

Pilkada Serentak 2018, Moody’s Investor Service Ingatkan Indonesia

Must Read

Moneter.co.id – Komisi
Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan para pasangan calon kepala daerah yang
berlaga di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Kamis (11/01).

Lembaga
pemeringkat rating utang Moody’s Investor Service mengingatkan, Indonesia harus
mewaspadai perhelatan politik dalam negeri sampai dua ke depan, entah itu
pilkada serentak 2018 dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Moody’s
Investor Service mengingatkan, perhelatan politik di Indonesia dapat
memperlambat pelaksanaan reformasi ekonomi yang sudah berjalan dua tahun
terakhir.

Moody’s
mencontohkan pengalaman di sejumlah negara tetangga. “Malaysia belum
menerapkan reformasi pendapatan yang signifikan pada dua tahun terakhir karena
akan pemilihan parlemen tahun ini,” kata Anushka Shah Soverign Analyst Moody’s Investor Service, Rabu
(10/01).

Begitu pula
di negara lain seperti Pakistan, Kamboja, India, Myanmar dan sejumlah negara
lain. “Di Indonesia, pemilihan daerah juga cenderung memperlambat momentum
reformasi,” jelas Shah.

Pilkada
serentak telah dilakukan Indonesia beberapa kali, mulai akhir tahun 2015.
Pelaksanaan Pilkada serentak ketiga tahun ini akan diikuti 171 daerah, terdiri
dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Suhu politik berpeluang makin
panas karena pilkada serentak kali ini berdekatan dengan persiapan pemilu
presiden 2019.

Sementara, Menteri
Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan, Indonesia tetap fokus
melakukan reformasi kebijakan ekonomi. “Seluruh alasan, tahun ini
pemerintah akan terganggu konsentrasinya dan tidak menjalankan berbagai program
reformasi ambisius, itu salah,” tegasnya.

Menkeu
menjelaskan, saat ini pemerintah fokus pada lebih dari 1.054 proyek investasi
yang telah terdaftar sejak September 2017 tapi belum terealisasi. Terkait
perdagangan pemerintah akan mempermudah tata niaga impor dengan menekan jumlah
barang dalam kategori larangan terbatas hingga 20,8% dari 48%.

Menurut Kepala
Badan Kebijakan Fiskal Kemkeu Suahasil Nazara, proses Pilkada telah berlangsung
selama dua hingga tiga tahun terakhir. Namun, hal tersebut tak terbukti
menghambat jalannya reformasi.

“Reformasi
jalan terus, apalagi sektor fiskal yang diperbaiki. Moneter diperbaiki,
struktur yang diperbaiki, jadi jalan terus. Outlook masih
bagus,” kata Nazara.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img