Moneter.id – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM,
Djoko Siswanto mengatakan potensi gas bumi di Indonesia masih menarik untuk
dikembangkan.
“Memang investasi di sektor gas bumi sempat menurun dalam
beberapa waktu belakangan ini. Hal ini dikarenakan banyaknya regulasi yang
tumpang tindih, stimulus insentif yang masih rendah, dan banyaknya sumur matang
dan pergeseran cekungan,” ucap Djoko, Selasa (24/9).
Menurut
Djoko pemerintah saat ini mulai memperbaiki regulasi dan menggalakan eksplorasi
lapangan gas bumi.
“Ada 19 proyek hulu minyak dan gas dari tahun 2018-2025 yang
menjadi prioritas pemerintah yang ditawarkan ke investor untuk bias meningkatkan
eksplorasi dan investasi di Indonesia.
Djoko
menjelaskan proyek-proyek tersebut terdiri dari 14 proyek lepas pantai dan 5
proyek di darat. Perkiraan produksi sekitar 651 juta barel setara minyak per
hari (MBOEPD) dengan kisaran investasi 19 miliar dolar AS.
Beberapa
dari proyek minyak dan gas ini adalah proyek strategis nasional yang disebutkan
pada Perpres Nomor 58 tahun 2017, seperti Lapangan Jangkrik, Pembangunan
Deepwater Indonesia (IDD), dan Blok Masela.
Selain
itu, Djoko mengatakan Kementerian ESDM telah mengembangkan program gas kota
untuk konsumen rumah tangga.
“Kementerian ESDM telah menugaskan Pertamina dan
Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengembangkan jaringan gas kota yang
menghubungkan 78.315 rumah tangga di 18 lokasi pada tahun ini,” tegasnya.
Ia
menjelaskan, proyek ini didanai oleh anggaran negara, proyek-proyek tersebut
diharapkan dapat membantu mengurangi proporsi impor gas LPG.
“Ini adalah bagian dari rencana jangka panjang yang lebih
besar yang digariskan oleh Kementerian untuk membangun fasilitas gas kota yang
menghubungkan 1 juta rumah tangga pada tahun 2023,” tutupnya.
(TOP)




