Rabu, Maret 4, 2026

Mendag: Produk Lokal Harus Jadi Raja di Indonesia

Must Read

Moneter.id – Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau pabrik produsen makanan olahan bayi
dan anak-anak yang merupakan pemenang pertama Maker Fest 2018, OMO! Healthy
Snack, di Yogyakarta, Kamis (27/12).

Mendag Enggar
menegaskan bahwa produk kreatif Indonesia harus didukung agar bisa menjadi raja
di dalam negeri.

“Kemenangan
OMO merupakan suatu kebanggaan bagi Yogyakarta karena Maker Fest sangat serius
membuat penilaian dengan juri-juri yang independen. Kami sangat mengapresiasi
usaha seperti OMO ini yang bermula dari industri rumahan yang dibangun dengan
ketekunan maksimal, sehingga saya yakin ini akan menjadi besar,” ujar Enggar.

OMO! Healthy
Snack merupakan usaha rumahan rintisan Stella Elvina asal Yogyakarta yang
memproduksi makanan ringan untuk bayi dan anak-anak dengan bahan-bahan organik
dan berkualitas.

OMO
berkomitmen menjadi produsen makanan terpercaya dengan visi menjadi makanan
ringan yang sehat bagi anak, sekaligus mengedukasi orang tua mengenai asupan
dan gizi anak-anak. Oleh karena itu, Mendag Enggar menegaskan komitmen agar
Pemerintah Pusat dan Daerah terus mendukung produk Indonesia menjadi raja di
negeri sendiri.

“Ini suatu
produk yang dibutuhkan sekali sehingga diharapkan produk-produk inovatif
lainnya dapat mengisi kebutuhan pasar domestik. Pemerintah akan berkoordinasi
dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)
agar dapat dijual di ritel-ritel modern,” tegas Enggar.

Menurut
Enggar, produk-produk kreatif seperti OMO dapat mengisi kebutuhan pasar
domestik yang selama ini diisi oleh produk barang jadi impor dengan harga yang
lebih mahal. Tentunya, di satu sisi impor tidak bisa dihentikan karena di sisi
lain Indonesia belum bisa memproduksi sendiri beberapa barang yang harus
diimpor tersebut, terutama juga jika bahan baku yang diperlukan adalah produk
impor.

“Saya
mengharapkan ada lebih banyak produk yang memiliki kekayaan local content
sehingga biaya produksinya juga lebih murah,” ujar Enggar.

Mendag Enggar
yakin bahwa dengan harga yang kompetitif, OMO dan produk kreatif lainnya dapat
semakin sukses di pasar domestik. Hal lain yang harus diperhatikan yaitu
peningkatan kapasitas mesin produksi agar volume produksi meningkat. Selain
itu, promosi produk juga menjadi hal yang krusial sehingga masyarakat dapat
yakin dan setia menggunakan suatu produk tertentu.

Penguatan
promosi dapat dilakukan dengan berbagai sertifikasi penjamin kualitas. Saat
ini, OMO telah bersertifikasi halal dan BPOM, serta memiliki pendampingan dari
ahli gizi. Stella Elvina juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan dan nutrisi
OMO telah teruji klinis kualitasnya dengan tidak mengunakan pewarna buatan,
MSG, dan tamabahan garam.

Maker Fest merupakan
sebuah gerakan independen pemberdayaan kreator lokal untuk mencari,
mengedukasi, menginspirasi, dan memberikan panggung luring dan daring bagi para
kreator Indonesia untuk merealisasikan dan mengembangkan ide usaha kreatif.
Kegiatan ini diinisiasi Tokopedia dan segenap jajaran Pemerintah untuk
menumbuhkan industri kreatif lokal.

Mendag Enggar mengimbau
agar masyarakat terus menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri.
“Pelaku usaha dalam negeri juga harus dapat menciptakan posisi pasar sehingga
memiliki signifikansi sebagai satu-satunya produk yang diingat konsumen,”
pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prince Poetiray & Quinn Salman Nyanyikan Perdana OST Na Willa Bersama Para Pemain

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img