PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengintegrasikan program tanggung jawab sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Badung Football Clinic 2026: Rising Young Stars di Kabupaten Badung, Bali. Selain membina bibit atlet sepak bola usia dini, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Sading pada Kamis (2/7/2026) itu diikuti 85 peserta yang berasal dari tiga Sekolah Sepak Bola (SSB) dan lima sekolah dasar di Kabupaten Badung. Program tersebut diselenggarakan melalui SMI Berbagi dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, PSSI Askab Badung, dan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB).
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan perusahaan memandang pembangunan tidak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, tetapi juga investasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Sebagai Development Finance Institution (DFI), pembiayaan publik PT SMI juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk pembangunan sembilan ruas jalan strategis, dengan total panjang 11,8 kilometer, yang akan bermanfaat untuk mengurai kepadatan lalu lintas, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung,” ujar Reynaldi.
Menurutnya, program tanggung jawab sosial perusahaan juga diarahkan agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Melalui Badung Football Clinic 2026, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun Indonesia di masa depan,” katanya.
Tidak hanya fokus pada pembinaan olahraga, PT SMI juga melibatkan UMKM Kabupaten Badung dalam penyediaan kebutuhan kegiatan. Produksi jersey peserta dikerjakan oleh pelaku usaha lokal, sementara konsumsi selama acara dipasok oleh pedagang di sekitar Lapangan Sepak Bola Sading. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing UMKM daerah.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Kami menyambut baik penyelenggaraan Badung Football Clinic 2026 yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter sejak dini. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena tidak hanya mendukung pembinaan atlet muda, tetapi juga memperkuat semangat sportivitas, disiplin, dan kerja sama sebagai bekal bagi generasi penerus. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Pelatihan dipandu mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Budi Sudarsono, yang memberikan materi teknik dasar sepak bola, latihan praktik, hingga pertandingan mini. PT SMI juga menyalurkan bantuan perlengkapan olahraga kepada sekolah sepak bola dan sekolah dasar peserta sebagai dukungan terhadap pembinaan atlet usia dini.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi olahraga, dan komunitas, PT SMI berharap program tersebut mampu memperluas kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.




