BlueCharge melihat sektor properti komersial sebagai pasar potensial untuk memperluas bisnis stasiun pengisian daya kendaraan listrik (EV Charging Station).
Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, perusahaan menilai kebutuhan infrastruktur pengisian daya kini mulai menjadi bagian dari fasilitas yang dicari pengelola gedung, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, hingga kawasan komersial.
Melalui keikutsertaannya dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, BlueCharge memperkenalkan solusi EV charging sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pemilik dan pengelola properti.
Vice President Business Development BlueCharge, Max Adam Kamil, mengatakan kehadiran EV charger kini semakin relevan sebagai fasilitas penunjang properti.
“Kami melihat EV charger semakin berkembang menjadi bagian dari kebutuhan fasilitas sebuah properti. Perkantoran, mal, apartemen, hotel hingga kawasan komersial mulai mempertimbangkan kesiapan infrastruktur charging sebagai bagian dari layanan kepada pengguna mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan populasi kendaraan listrik nasional membuka ruang bisnis baru bagi penyedia infrastruktur pengisian daya. Karena itu, BlueCharge ingin memperluas kolaborasi agar implementasi EV charging dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap lokasi.
Head of Marketing Communication Centrepark Group, Prima Diani, menambahkan GIIAS dimanfaatkan untuk memperkuat posisi BlueCharge di pasar.
“Kami ingin ketika masyarakat membutuhkan tempat charging atau ketika pemilik properti mulai mempertimbangkan pemasangan EV charger, BlueCharge menjadi salah satu nama pertama yang mereka ingat,” katanya.
BlueCharge menilai berkembangnya ekosistem kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan kebutuhan titik pengisian daya, tetapi juga menjadi peluang bagi pemilik properti untuk meningkatkan nilai layanan kepada pengguna.




