Selasa, Maret 3, 2026

Wamen ESDM: Migas Indonesia Bakal Habis 12 Tahun Mendatang

Must Read

Moneter.co.id – Energi fosil berupa cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia diperkirakan akan habis dalam 12 tahun mendatang. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, kondisi ini bisa terjadi lantaran belum ada teknologi yang mampu memproduksi minyak kembali.

“Data cadangan minyak Indonesia menunjukkan bahwa cadangan minyak saat ini tinggal 3,65 miliar barel dengan tingkat produksi sekitar 800 ribu barel per hari‎ (bph),” ucapnya, Minggu (30/7).

Menurutnya, dengan cadangan 3,65 miliar barel, itu akan habis 12 tahun lagi. “Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat menguras seluruh isi sumur minyak yang sudah berporduksi. Akibatnya, Indonesia tidak bisa memproduksi cadangan minyak tersebut kembali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, energi fosil suatu saat tidak bisa memproduksikannya lagi, mungkin perlu mengubah bahasa. Sebenarnya bukan habis, menurut saya suatu saat tidak bisa memproduksi oil kita. “Karena di bawah tanah belum ada teknologi menguras oil 100%, paling banyak 40% sampai 60%,”‎ jelasnya.

Arcandra menyatakan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi suatu yang tidak bisa ditunda lagi. Hal ini guna mengantisipasi jika di masa mendatang minyak sudah tidak bisa diproduksi.

“Kalau sudah tidak bisa diproduksikan lagi, apakah mendorong EBT? Yang benar adalah pilihan terhadap EBT sebuah keharusan, bukan lagi memilih apakah fosil fuel atau EBT,” tutupnya. 

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img