Moneter.co.id – PT. BFI Finance Indonesia telah merealisasikan pembiayaan alat berat pada kuartal I/2017 sekitar Rp350 miliar.
“Dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, pembiayaan alat berat meningkat 30%,” kata Sudjono, Direktur IT dan Keuangan PT. BFI Finance Indonesia.
Sudjono menilai pembiayaan alat berat masih berpotensi lebih meningkat dibanding tahun lalu. Pasalnya, terdapat perbaikaan dari sisi permintaan.
Adapun sepanjang 2017, perusahaan menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan sektor alat berat sebanyak Rp1,3 triliun. “Selain itu juga tedorong dengan proyek infrastruktur yang sudah memadai,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno memproyeksikan harga komoditas masih akan menjadi penopang pertumbuhan industri pembiayaan sektor alat berat. “Stabilitas harga komoditas tentu saja akan lebih baik lagi dari tahun lalu,” katanya.
Selain itu, pertumbuhan pada lini tersebut didorong kontraktor yang perlu melakukan pergantian alat baru. Sebagian besar alat-alat berat tersebut sudah berumur tua. Apalagi, alat-alat tersebut tidak hanya digunakan untuk pertambangan, juga untuk perkebunan, kehutanan, dan kontruksi.
Rep.Top




