Rabu, April 22, 2026

Jika Pertamina Serius Jalankan ‘Roadmap’ Penataan BBM, Subsidi Bisa Ditekan

Must Read

Moneter.id – Subsidi
BBM sebenarnya bisa ditekan asalkan PT Pertamina (Persero) serius menjalankan
peta jalan alias roadmap penataan BBM yang sudah diluncurkan
sejak 2016.

Hal itu diungkapkan mantan Wakil Dirut Pertamina Ahmad
Bambang di Jakarta, Kamis (28/5). Cerita pria yang biasa disapa Abe tersebut,
setahun sebelum roadmap diluncurkan, dirinya kala duduk sebagai direktur
Pemasaran Pertamina memiliki ide untuk mengeluarkan BBM nonsubsidi, tidak
terlalu mahal, namun ramah lingkungan.

“Maka keluarlah Pertalite pada 2015.
Diluncurkannya Pertalite agar masyarakat pindah ke BBM yang lebih baik dan
lebih ramah lingkungan dengan pemahaman yang lebih efisien. Harga murah tidak
dilihat per liter tetapi per kilometer (km),” jelas dia.

Pertalite adalah bahan bakar gasoline yang memiliki
angka oktan (RON) 90 serta berwarna hijau terang dan jernih dan sangat tepat
digunakan oleh kendaraan dengan kompresi 9:1 hingga 10:1.

Selanjutnya, imbuh Abe, langkah berikutnya adalah
peluncuran Pertamax Turbo RON 98 dan dilanjutkan penghapusan Pertamax Plus RON
95 pada 2017.

“Sehingga saat ini tersedia Premium RON 88,
Pertalite RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98,” ujar penulis
buku D’Gil! Marketing: Think Like There is No Box, ini.

Abe menambahkan, Pertalite dibuat dengan RON 90 agar
selisih harga tidak terlalu banyak dengan Premium, selisih harga sekitar Rp 500
– Rp 1.000 per liter.

“Tujuannya agar masyarakat akan pindah ke
Pertalite karena selain lebih efisien, lebih murah per km, juga tarikan motor
lebih joss, perawatan motor lebih baik dan emisi lebih rendah sehingga lebih
ramah lingkungan,” terang pria yang juga sempat duduk sebagai komisaris
Pertamina, ini.

Abe mengungkapkan, program tersebut berhasil
‘memindahkan’ konsumen Premium ke Pertalite lebih dari 65 persen dan terus
bertambah, dan diikuti juga kenaikan konsumsi Pertamax.

“Dengan demikian, konsumen premium tinggal hanya
30 persen atau kurang sampai ada edaran BPH Migas agar Premium tetap tersedia
di seluruh SPBU,” ujar dia.

Baca juga : Ini Usulan Pakar Agar Subsidi Energi
Bisa Ditekan

Penjelasan Abe, dengan mayoritas konsumen sudah pindah
ke Pertalite dan Pertamax, maka roadmap Pertamina menuju Euro IV sudah semakin
siap dijalankan.

Sebagaimana diketahui bahwa Euro IV mensyaratkan RON
minimum 91. Oleh karena itulah, kata Abe, Pertamina punya dua pilihan untuk
perubahan produk untuk mencapai Euro IV.

Pertama, Pertalite naik ke RON 91, Pertamax naik ke
RON 94 sehingga tersedia RON 91, 94 dan 98. Kedua, Pertalite naik ke RON 92,
Pertamax naik ke RON 95 sehingga tersedia RON 92, 95 dan 98.

“Sekarang saatnya bagi Pertamina untuk
melanjutkan roadmap penataan BBM tersebut, sekaligus memenuhi standar Euro IV,
meningkatkan kualitas lingkungan, menurunkan besaran subsidi energi yang
memberatkan negara, serta masyarakat sudah siap menerima hal tersebut,”
ucap dia.

Abe berkomentar, sekarang pilihan ada di Pertamina,
apakah BUMN energi kebanggaan rakyat Indonesia itu mau konsisten menjalankan roadmap untuk membantu keuangan negara
atau tidak.

Reporter
: Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Faktor-faktor Penting untuk Meningkatkan Ranking Website

Dalam dunia digital marketing, search engine optimization (SEO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Namun,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img