Moneter.id – Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan mobil
listrik merupakan salah satu solusi dalam mengurangi impor bahan bakar minyak
(BBM) dan minyak mentah atau crude.
“Mobil listrik salah satu solusi dalam mengurangi
konsumsi BBM, nah di luar subjek itu dapat mengurangi impor crude,” kata Arcandra Tahar di Jakarta,
Senin (17/2/2020).
Lanjut Arcandra, cara lain untuk mengurangi impor minyak adalah
meningkatkan produksi minyak dalam negeri, antara lain melalui teknologi Enhance Oil Recovery (EOR). Sehingga
biaya untuk impor minyak mentah bisa dialihkan untuk pemeliharaan sumur-sumur
minyak dalam negeri.
“Hanya saja EOR itu membutuhkan waktu yang lama,
paling tidak tujuh tahun untuk hasil maksimal,” katanya.
Terkait dengan kebutuhan energi hilir, menurut dia, tidak
bisa mengandalkan impor namun banyak membangun kilang. Dampak impor BBM
berkurang tapi impor minyak mentah bertambah, sebab kilang mengolah minyak
mentah.
Keuntungan lainnya dalam pengembangan mobil listrik
adalah energi listrik yang tidak pernah impor. Sementara jika mengandalkan
kendaraan BBM maka butuh impor BBM dan
minyak mentah.
“Domestic base
supply kalau kita andalkan migas kita butuh impor crude dan bbm. Kemudian jangka panjangnya eksplorasi,” tegas
Arcandra.




