Jumat, November 6, 2026

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,47 Persen, Daya Beli Masyarakat Masih Tertekan

Must Read

Lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti sejumlah tantangan di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen pada triwulan III 2026.

Dalam diskusi publik bertajuk “Tanggapan atas Kinerja Ekonomi Triwulan III 2026” Peneliti Center of Macroeconomics, Finance, and Investment INDEF, Riza Annisa Pujarama, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2026 tercatat 5,47%, dengan rata-rata year-to-date (YTD) 5,45%.  Pertumbuhan ditopang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, dengan lonjakan tinggi pada pengadaan listrik serta jasa keuangan dan asuransi.

Konsumsi rumah tangga naik dari 4,89% ke 5,04% secara year-on-year, tetapi melambat secara YTD. Daya beli makin tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan inflasi pangan. Meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada sub-sektor restoran, hotel, dan kesehatan perlu diwaspadai karena mengindikasikan fenomena lipstick effect dan pergeseran gaya hidup, yang mengabaikan perencanaan keuangan jangka panjang.

Riza juga menyoroti menyusutnya kelas menengah yang terhimpit tekanan ekonomi dan beban pajak, tetapi luput dari perlindungan sosial, sehingga turut menekan penerimaan PPh di tengah rasio pajak yang rendah. Sementara kelas atas tidak terlalu terdampak, ketimpangan pun semakin terasa.

Riza mengingat beberapa tantangan pada triwulan VI-2026, diantaranya: bencana alam: karhutla, gempa, erupsi; outlook rating investasi; kapasitas dan keberlangsungan fiskal; upaya peningkatan pajak; komunikasi publik; kelembagaan negara (tata kelola); konsistensi kebijakan; daya beli; dan inflasi pangan.

Untuk itu, Riza merekomendasikan stimulus fiskal yang lebih tepat sasaran, percepatan realisasi sisa belanja ke kegiatan produktif, dan perhatian lebih pada kelas menengah, agar pertumbuhan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga berkualitas dan meningkatkan kelayakan hidup masyarakat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Akses Modal UMKM Masih Terbatas, Stimulus Diharapkan Lebih Tepat Sasaran

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti masih terbatasnya pertumbuhan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img