Selasa, Agustus 4, 2026

Schneider Electric Catat Kinerja Solid pada Semester Pertama 2026

Must Read

Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, mencatat kinerja keberlanjutan yang positif sepanjang semester pertama 2026. Enam bulan sejak meluncurkan roadmap keberlanjutan terbaru bertajuk Impact 2030, perusahaan berhasil membukukan skor Impact Schneider Electric sebesar 3,69 dari target tahunan 4,20, sebagai bagian dari ambisi mencapai skor maksimal 10 pada 2030.

Pencapaian tersebut didorong oleh kemajuan pada empat pilar utama Impact 2030, yakni elektrifikasi dunia, transformasi industri, pengembangan potensi manusia, dan pemberdayaan komunitas lokal. Berbagai program tersebut tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga bagi pelanggan, pemasok, dan masyarakat luas.

Pada pilar Electrifying the World, Schneider Electric berhasil mengurangi emisi karbon Scope 1 dan 2 sebesar 82 persen dibandingkan tahun 2017, sementara emisi Scope 3 turun 12 persen dibandingkan 2021. Selain itu, solusi perusahaan membantu pelanggan menghemat atau mengelektrifikasi 129,5 juta MWh energi, sekaligus menghindari lebih dari 50 juta ton emisi CO₂ hanya pada semester pertama 2026. Secara kumulatif sejak 2018, emisi yang berhasil dihindari mencapai 913 juta ton CO₂.

Di sisi inovasi produk, Schneider Electric juga mulai menerapkan pendekatan Future-designed, di mana 27 persen produk dan solusi utama yang masih dalam tahap pengembangan telah memenuhi standar sirkularitas dan keberlanjutan lingkungan. Langkah ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan sejak tahap desain.

Perusahaan juga memperluas program The Zero Carbon Pathway (TZCP) dengan melibatkan 1.500 pemasok untuk mempercepat dekarbonisasi rantai pasok. Program tersebut kini mencakup pengukuran emisi Scope 3 dan product carbon footprint, serta didukung lebih dari 200 sesi teknis dan implementasi platform digital berbasis kecerdasan buatan kepada lebih dari 1.000 pemasok.

Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, Schneider Electric mencatat 16 persen karyawan berpengalaman telah mengikuti program pengembangan dan transfer pengetahuan. Program tersebut mendapat pengakuan dari World Economic Forum sebagai Future of Inclusion Lighthouse berkat upaya perusahaan membangun lingkungan kerja yang inklusif bagi seluruh jenjang karier.

Kontribusi Schneider Electric terhadap masyarakat juga terus meningkat. Hingga semester pertama 2026, sebanyak 67 juta orang telah memperoleh akses terhadap listrik berkelanjutan melalui berbagai inisiatif perusahaan sejak 2009. Selain itu, lebih dari 1,37 juta anak muda telah mendapatkan pelatihan keterampilan di bidang elektrifikasi dan keberlanjutan.

Di tingkat operasional, lima fasilitas Schneider Electric kini telah memenuhi standar Impact Workplaces, sebuah program baru yang mengintegrasikan efisiensi energi, dekarbonisasi, ekonomi sirkular, perlindungan biodiversitas, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar dalam aktivitas operasional perusahaan.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemajuan nyata sejak peluncuran Impact 2030.

“Enam bulan sejak peluncuran Impact 2030, kami mencatat kemajuan yang positif dalam mengubah ambisi menjadi aksi nyata. Kami merasa terhormat dinobatkan sebagai World’s Most Sustainable Company untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Pengakuan ini mencerminkan dampak nyata yang kami dorong serta dedikasi seluruh karyawan kami. Keberlanjutan adalah perjalanan transformasi yang berkelanjutan, dan melalui Impact 2030 kami terus mempercepat integrasi keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis untuk mendukung kemajuan bagi semua,” ujar Martin Setiawan.

Selain mencatat kemajuan operasional, Schneider Electric juga kembali memperoleh berbagai pengakuan internasional sepanjang kuartal kedua 2026. Perusahaan dinobatkan sebagai World’s Most Sustainable Company 2026 versi TIME dan Statista untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Tak hanya itu, dua fasilitas manufakturnya di El Paso, Amerika Serikat, dan Beijing, Tiongkok, resmi bergabung dalam World Economic Forum Global Lighthouse Network, sehingga Schneider Electric kini memiliki 11 Global Lighthouse, termasuk enam lokasi yang diakui atas pencapaian keberlanjutannya.

Schneider Electric juga masuk dalam daftar Gartner Top 25 Global Supply Chains 2026, menerima penghargaan Jury’s Special Award atas dukungannya terhadap pemberdayaan perempuan pengungsi, serta meluncurkan Schneider Electric Energy Access Asia Fund II (SEEAA Fund II) untuk memperluas pendanaan energi bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dana tersebut diproyeksikan mampu menghindari sekitar 3 juta ton emisi CO₂, memberikan manfaat bagi 3,5 juta orang, dan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja di kawasan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BPS Catat Inflasi Juli 2026 Sebesar 2,88 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img