MONETER – Anggota
Komisi VII DPR Abdul Kadir Karding mendukung upaya pemerintah mensosialisasikan
penggunaan kendaraan ramah lingkungan yakni kendaraan berbasis listrik kepada
masyarakat lewat berbagai program.
“Gerakan penggunaan bahan bakar non-fosil harus menjadi
fokus utama agar mengurangi tingkat emisi karbon di udara. Jadi budaya
penggunaan kendaraan non-fosil atau listrik atau gas harus digalakkan,” ujar
Karding di Jakarta, Sabtu (3/6/2023).
Karding juga mendorong Pemerintah untuk memperbanyak
program peralihan dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM)
beremisi tinggi ke kendaraan listrik.
IA menilai, harus ada upaya tambahan dari subsidi
kendaraan listrik agar hasil pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dapat
berkelanjutan dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.
“Jika kendaraan listrik menjadi populer dan diadopsi
secara luas, dampak positif terhadap kualitas udara akan semakin terasa,”
katanya.
Karding juga minta Pemerintah menyiapkan infrastruktur
yang lengkap untuk penggunaan kendaraan listrik. Termasuk pengembangan
kelengkapan sarana dan prasarana penunjangnya.
Dengan demikian, ketika masyarakat beralih ke kendaraan
listrik, maka terjamin juga fasilitas penunjang penggunaan kendaraannya.
“Pemerintah perlu mengembangkan strategi yang
berkelanjutan dan mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang dalam memberikan
insentif bagi kendaraan listrik,” kata Karding.
Karding menilai penggunaan kendaraan ramah lingkungan di
masa mendatang menjadi salah satu solusi penanganan polusi berlebih yang
menyebabkan kualitas udara memburuk. Dampak penggunaan kendaraan listrik
terhadap kualitas udara diketahui cukup signifikan.
“Kualitas udara sangat esensial bagi kesehatan kita,
makanya tidak bisa dianggap sepele begitu saja. Harus ada komitmen negara
memperbaiki kualitas udara demi masa depan generasi penerus kita,” ujarnya.




