Kamis, April 23, 2026

Lewat Early Access Program, Sophos Tambah Kemampuan Deep Learning pada Intercept X

Must Read

Moneter.co.id – Sebuah
perusahaan pemimpin global dalam teknologi keamanan jaringan dan
 Endpoint, Sophos
(LSE: SOPH),
 hari
ini, Selasa (05/12) mengumumkan bahwa teknologi
 
deep learning untuk
mendeteksi
 
malware sudah tersedia melalui Intercept
X Early Access Program. Kemampuan
 
deep
learning
 tersebut
dikembangkan dengan menggunakan teknologi dari Invincea, yang diakuisisi oleh
Sophos pada bulan Februari 2017.

Pertama kali dirilis pada bulan September 2016,
Sophos Intercept X adalah produk keamanan
 
endpoint generasi
lanjut
 
yang
mampu menghentikan
 
zero-day malware,
memblokir semua teknik eksploitasi yang
 
dikenali dan
mencakup fitur
 
anti-ransomware canggih yang dapat menghentikan beragam
jenis
 ransomware baik 
yang diketahui maupun tidak
diketahui
hanya 
dalam hitungan detik.

Melalui platform manajemen cloud-based Sophos Central, Intercept X dapat diinstalasi bersama-sama dengan perangkat
lunak keamanan
 
endpoint dari vendor manapun, sehingga
dapat dengan cepat
 meningkatkan
perlindungan
 
endpoint dengan
menghentikan kode berbahaya
 
sebelum kode tersebut menimbulkan kerugian.

Deep learning adalah cabang pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan
yang memanfaatkan jaringan syaraf buatan untuk membangun model yang melakukan
prediksi dengan kecepatan, skala, dan penilaian yang melebihi kemampuan
manusia.

Jaringan
saraf dalam Intercept X dilatih menggunakan ratusan juta sampel untuk
mendeteksi file berbahaya, mungkin berbahaya, maupun yang tidak berbahaya.
 Deep learning lebih efektif
daripada pendekatan pembelajaran mesin tradisional karena rangkaian skala
latihan yang dilakukan lebih besar, modelnya lebih kecil, dan kemampuan deteksi
yang lebih efektif.

“Keefektifan Intercept X terbukti
dengan perlindungan yang diberikan
 
untuk pelanggannya secara proaktif
selama
merebaknya 
wabah
WannaCry, dan sekarang kami bisa melakukan deteksi
 
zero-day malware pada tingkat selanjutnya,” kata Dan Schiappa, General Manager
dan
 
Senior Vice President
dari kelompok Enduser dan Network Security di Sophos disiaran persnya, Selasa
(05/12)

Dan Schiappa menjelaskan, Intercept X lebih canggih
daripada pembelajaran mesin konvensional, sistem
 
deep
learning
 Sophos
dapat mencapai ratusan juta contoh pelatihan, yang berarti teknologi kita dapat
‘menghafal’
 
pemetaan ancaman
sebagai bagian dari proses pelatihannya.

Hal ini
secara dramatis
 dapat meningkatkan hasil deteksi untuk jenis malware baru dan unik tanpa adanya false-positive yangbiasanya dihasilkan
produk lain. Inilah langkah selanjutnya dalam penerapan teknik
 
deep
learning
 di
seluruh portofolio kami.

“Pelanggan kami yang masuk dalam early
adopter
 telah
menggunakan pendeteksian yang disempurnakan ini, dan sekarang kami memperluas
akses ke teknologi ini melalui Intercept X
 Early Access Program,” ucapnya.

Fitur tambahan untuk Intercept X tersedia melalui program akses
awal meliputi, mitigasi
 
hacker  aktif, penguncian aplikasi tingkat lanjut, dan pencegahan
eksploitasi yang sudah disempurnakan. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Melonjak 85%, Chitose Internasional Bagi Dividen Rp13,8 per Saham

Kinerja moncer pada 2025 membuat PT Chitose Internasional Tbk (CINT) tak ragu menggelontorkan dividen tunai Rp13,8 miliar kepada pemegang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img