Ketiadaan sukuk daerah atau municipal bonds di Indonesia menjadi sorotan Ekonom CSED INDEF, Prof. Akhmad Affandi Mahfudz.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup paradoks karena Indonesia sebenarnya telah memiliki kerangka hukum yang memadai untuk mendukung penerbitan sukuk daerah sejak lebih dari 15...
Kemandirian fiskal dan penguatan otonomi daerah menjadi sorotan dalam diskusi publik Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk “Refleksi Kemerdekaan: Sukuk dan Otonomi Daerah”. Forum tersebut membahas potensi sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan sekaligus mengurai alasan...
Target investasi sebesar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun yang dibidik melalui Pusat Keuangan dan Investasi Internasional (PFII) dinilai membutuhkan fondasi yang lebih kuat daripada sekadar pemberian insentif pajak.
Ekonom Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah INDEF, A. Hakam Naja, menyebut setidaknya ada...
Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai dapat menjadi momentum strategis untuk mengoptimalkan potensi industri keuangan syariah nasional sekaligus mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah global.
Ekonom Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah INDEF, Handi Risza Idris, mengatakan industri keuangan...
Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) oleh DPR RI pada 21 Juli 2026 membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu simpul investasi global. Salah satu potensi yang dinilai dapat menjadi pembeda PFII dari pusat keuangan...
Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada triwulan II-2026 masih menyimpan persoalan struktural yang perlu segera dibenahi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi saat ini belum sepenuhnya mampu menciptakan dampak luas...
BPS Mencatat ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen dibanding triwulan II-2025 (y-on-y).
Menanggapi hal ini, Eko Listiyanto Direktur Pengembangan Big Data INDEF, menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% pada triwulan II-2026 tidak dapat dibaca semata sebagai kabar...
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai status investment grade Indonesia dari tiga lembaga pemeringkat internasional belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi ekonomi nasional benar-benar nyaman.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk "Rating Aman, Ekonomi Nyaman?", yang...
Peneliti Center for Macroeconomics and Finance INDEF, Riza Annisa Pujarama, menilai tekanan fiskal Indonesia pada 2026 semakin besar akibat pertumbuhan belanja pemerintah yang jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan penerimaan negara. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah apabila...
Center for Macroeconomics and Finance INDEF menilai keberhasilan Indonesia mempertahankan status investment grade belum bisa diartikan sebagai sinyal kondisi ekonomi nasional telah sepenuhnya aman maupun kepercayaan investor telah kembali kuat. Masih terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan meningkatnya risiko terhadap...